Tuesday, November 18, 2014

Ini Saran Xavi Agar MU Raih Sukses

Gelandang Barcelona Xavi Hernandez berpendapat Louis van Gaal membutuhkan waktu agar filosofi dan taktiknya bisa berjalan sempurna di Manchester United.

“Manchester United harus bersabar dengan Louis van Gaal. Dia butuh waktu agar sistem dan nilai-nilai kepelatihannya yang dibangun bisa berjalan dengan sukses,” ujar Xavi kepada BBC Sport, Minggu (16/11/2014).

Seperti diketahui, Van Gaal memutuskan untuk menukangi MU selepas mengantarkan Belanda menjadi juara ketiga Piala Dunia 2014. Sejauh ini, pria berusia 63 tahun itu baru sanggup mengantar Setan Merah duduk di peringkat tujuh klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Xavi sendiri memang sudah tidak asing lagi dengan Van Gaal. Ketika melatih Barcelona pada 1997 hingga 2000, Van Gaal memberikan kesempatan bagi Xavi untuk melakoni debut.

Xavi bahkan langsung menjadi gelandang reguler untuk menggantikan Pep Guardiola yang saat itu mengalami penurunan performa akibat cedera.

“Louis van Gaal adalah pelatih yang luar biasa. Dia bekerja dengan sangat baik dalam hal taktik dan teknis. Dia sangat mampu dalam menjawab tantangan besar,” pungkasnya.

Baca Juga:

["Mancini Sosok Pelatih Sempurna Inter Milan"](2134755 "")

[Dua Mantan Pemain Timnas U-19 Segera Gabung ke PSM](2134787 "")

[Demi Mourinho, Pria Ini Rela Jual Mobil Kesayangan](2134716 "")


View the original article here

"Jurgen Klopp Pantas Gantikan Wenger"

Tricolor spiritIndependence Day is meant to unite people. So shun your inhibitions, don the tricolor and go catch a movie at BIG Cinemas, because they have big plans for the day. The cinemas are celebrating the 'Spirit of my Tiranga' on Aug 15. Besides playing the National Anthem in auditoriums before the movie screenings, the lobby, adorned in saffron, white and green decorations, will be buzzing with patriotic songs and videos. Also, freebies like tricolor wrist bands and mouse pads will be given upon purchase of movie tickets and food and beverages combo. To further add to the spirit, there will also be Independence Day special services and offers at the cinemas' craft zone.

At Imax BIG Cinemas, Wadala; Huma Big Cinemas,

Kanjurmarg; Metro Big Cinemas; R-City Mall, Ghatkopar

Free flowingThis weekend unleash your adventurous self. Freespirit, a company that organises adventure getaways, is conducting a white water rafting trip to Kolad on August 15.Take a trip down the wild side and feel the adrenalin pumping as rapids propel your raft down the Kundalika river.The rafting stretch includes 12 kms of rapids and a patch of relatively placid water towards the end, where one can jump out and swim to unwind.

On August 15; call 9869291443/24442944

Freedom BitesIndulge in the taste of India and titillate your palate with Amboli Bar & Kitchen's special Aazadi menu. Savor the Aazadi Kebab ?delicately marinated and juicy succulent chicken? while vegetarians can delve into the Veg Swadhin kebabs and the Tiranga biryani ? the chef's special tri-colour rice dish. After a scrumptious meal, indulge yourself at our exclusive "O" Bar at the restaurant.The bar menu for Independence Day includes Trio cocktails and mocktails like the Surfers Paradise, Sea Dragon and the Flaming Lamborghini. August 15 being a dry day, alcohol will be served only today, on Independence eve.

Amboli Bar & Kitchen, Andheri West;

Call 022 26770022/6780022

Dipped in colourBanyan Tree Cafe at Fort introduces a special menu on the occasion of India's 63rd Independence Day. Try out the delicious meal that includes the chef's special soups, sandwiches and pastas. The special menu is designed to give a tricolour look and includes a delicious pasta with as blend of orange pesto, green pesto and white cream sauce. The light veggie sub-sandwiches are a perfect bet for a light meal, with broccoli, potato and carrot soups.

Banyan Tree, Fort; Call 022 65109308;

Meal for two: Rs 500 onwards


View the original article here

Wenger: Lukas Podolski Tidak Dijual!

Manajer Arsenal Arsene Wenger menyatakan tidak akan menjual Lukas Podolski pada bursa transfer musim dingin Januari mendatang.

Pemain asal Jerman itu dikabarkan ingin hengkang setelah kembali mengungkapkan rasa frustrasinya akibat keterbatasan peluang masuk ke dalam skuat inti.

Podolski, yang kontraknya akan berakhir pada 2016, baru satu kali tampil sebagai starter untuk The Gunners sejak kembali ke klub usai membawa Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 pada Juli lalu.

"Ia memainkan sebuah posisi di mana ada kompetisi besar, Posisi di mana kami memiliki banyak pemain. Ia datang sangat telat setelah liburannya [pada musim panas]," ujar Wenger kepada beIN Sports.

"Itu bukan dimaksudkan kalau ia akan hengkang pada Natal. Saya yang menentukan harga dan bukan koresponden. Ia tidak dijual dan tidak ada tawaran."

Sebelumnya, pelatih Napoli Rafael Benitez merayu Podolski, untuk bergabung dengan klubnya. Benitez ingin memanfaatkan suasana hati Podolski yang galau di Emirates.

Menurut Football Italia, Benitez mendatangi Podolski ke London. Keluarga besar Benitez masih tinggal di Inggris, jadi ia sering pulang pergi Italia-Inggris. Saat berada di sana, Benitez pun menemui Podolski dan mengajaknya pindah ke Napoli.

Baca Juga:

["Jurgen Klopp Pantas Gantikan Wenger"](2134851 "")

[Belanda Cetak Setengah Lusin Gol ke Gawang Latvia](2134852 "")

[Van Persie Starter, Ini Susunan Pemain Belanda vs Latvia    ](2134842 "")


View the original article here

Monday, November 17, 2014

Sempat Mogok Latihan, Bek MU Ini Diomeli Veron

Bek Manchester United, Marcos Rojo dimarahi seniornya di Timnas Argentina, Juan Sebastian Veron. Kenapa bek berusia 24 tahun tersebut dimarahi Veron?

Kisah ini terjadi pada bursa transfer awal musim lalu. Rojo yang masih memperkuat Sporting Lisbon terkejut ketika sang agen mengatakan kalau dirinya sedang didekati oleh Setan Merah (sebutan MU).

Mendapat kabar tersebut, bek yang dipenuhi tatto di sekujur tubuhnya itu malas berlatih dengan Sporting Lisbon, klub yang dibelanya selama dua musim.

"Itu adalah kejutan besar ketika perwakilan MU berada di Portugal dan agen saya mengatakan kalau mereka ingin membeli saya. Kemudian agen bilang kalau saya harus tetap tenang. Tapi, saya tidak bisa karena bermain untuk MU sudah menjadi mimpi," ucap Rojo, seperti dikutip dari Sports Mole.

"Saya tidak bisa memikirkan hal lain. Saya selalu menyebut MU setiap hari. Tapi ketika transfer hampir saja gagal terjadi, saya menolak untuk bekerja sama dengan Sporting Lisbon," sambung pria berpostur 187 cm tersebut.

Bersambung ke page selanjutnya --------->

Dikabarkan kalau Rojo mogok latihan bersama Sporting Lisbon karena mendapat isu MU bakal membelinya, Veron pun geram dan tidak ragu memarahi pria kelahiran La Plata, Argentina tersebut.

"Saat itulah Veron memainkan perannya. Dia seperti seorang ayah, bahkan dia memarahi saya," kata pria yang juga pernah memperkuat Spartak Moscow di tahun 2011-12.

"Veron menelepon ketika saya menolak untuk berlatih dengan Sporting. Dia berkata: 'Jangan keras kepala. Jika Manchester United menginginkan pemain, maka mereka tidak akan membiarkan Anda lari'," sambung Rojo sambil menirukan ucapan Veron.

Setelah mendapat nasihat dari seniornya, Rojo pun akhirnya kembali berlatih bersama Sporting. "Jadi saya kembali sambil menunggu transfer (dari MU)," dia mengakhiri penjelasannya.

Rojo bergabung di Old Trafford Stadium pada 19 Agustus 2014 dengan mahar sebesar 16 juta pound, atau senilai dengan Rp 304 miliar.

Baca juga:

[Latih Real Sociedad, Moyes Ingin Boyong Pemain MU](2134614 "")

[Kejutan! Inter Milan Ingin Rekrut Steven Gerrard](2134617 "")

[Belanda Terpuruk, Van Persie Bela Guus Hiddink](2134620 "")


View the original article here

MU Lirik Pemain Incaran Mourinho

Usaha [Chelsea](2134832 "") mendapatkan penyerang berbakat Brasil Talisca akan menemui jalan terjal. Manchester United juga meminati pemain depan klub Portugal Benfica itu.

Pemuda 20 tahun itu tampil menawan bersama Benfica di awal musim 2014/2015. Ketajaman Talisca membuatnya mendapat panggilan membela timnas senior Brasil untuk pertama kalinya saat melawan Turki dan Austria.

Kecemerlangan Talisca membuat MU tergiur memilikinya. Pemandu bakat MU sudah mengamati aksi Talisca saat Benfica melawan Monaco di Liga Champions awal bulan ini.

Lanjut ke page berikutnya--->


Perwakilan The Red Devils mendapat kesan positif dari aksi Talisca. Ketika itu Talisca mencetak gol kemenangan Benfica atas Monaco.

MU harus bersaing dengan Chelsea untuk memiliki Talisca. Pemain bernama lengkap Anderson Souza Conceicao ini merupakan salah satu talenta berbakat Brasil yang diminati Jose Mourinho.

Chelsea punya peluang lebih bagus ketimbang MU untuk memiliki Talisca. Pasalnya The Blues punya hubungan baik dengan Benfica. Chelsea sebelumnya sudah beberapa kali berhasil merekrut pemain bintang Benfica seperti Ramires, David Luiz hingga Nemanja Matic.


View the original article here

Perbedaan Taktik MU di Era Ferguson dan Van Gaal

Gelandang Manchester United (MU) Michael Carrick meminta fans Setan Merah bersabar musim ini. Sebab, menurut Carrick, permainan MU berubah total di bawah arahan Manajer Louis van Gaal.

MU dalam dua dekade terakhir menikmati sukses bersama Sir Alex Ferguson. Begitu Fergie pensiun, MU melewati masa transisi dimulai dari David Moyes dan kini bersama Van Gaal.

Di mata Carrick, permainan Setan Merah kini tak sama dengan era Ferguson. Ada perbedaan yang siginifikan.

"Filosofinya berbeda. Van Gaal senang kami memegang bola untuk waktu yang lama dan menemukan ritme permainan. Sementara sebelumnya (era Fergie), terutama di kandang dengan dukungan fans, kami selalu mencoba menyerang secepat mungkin dengan kecepatan dan penetrasi. Dan jika kami kehilangan bola beberapa kali, kami tetap mencoba," kata Carrick seperti dilansir Daily Mail.

Lanjut ke halaman berikut --->

"Ini hanya dua cara berbeda dalam mendekati permainan. Tidak ada yang benar atau salah, dan aku kira hanya perbedaan keyakinan."

"Keduanya tidak apa-apa bagi pemain, karena kami beradaptasi. Kami melihatnya setiap hari dan belajar sepanjang waktu. Hal ini juga berlaku kepada fans, untuk menghargai dan bersikap adil karena mereka luar biasa," ucap Carrick.

MU saat ini masih terpaku di peringkat 7 klasemen. Setan Merah mengoleksi 16 poin, hasil dari 11 pertandingan.

Baca Juga:

[Tidak Ganteng, Tapi 6 Pesepak Bola Ini Punya Pasangan Cantik](2134640 "")

[Xavi Ingin Tendang Messi ke Liga Inggris](2134545 "")

[Latih Real Sociedad, Moyes Ingin Boyong Pemain MU](2134614 "")


View the original article here

Di Maria Buka Kemungkinan Pindah ke PSG

Gelandang Manchester United, Angel Di Maria, menyatakan bahwa masalah pembatasan belanja yang membuat dia gagal bergabung ke Paris Saint-Germain musim panas lalu. Di Maria memang sebelumnya santer dikabarkan akan direkrut juara Ligue 1 juara sebelum akhirnya pindah ke Old Trafford.

Seperti diketahui, PSG didenda 50 juta pounds dan dikenakan sanksi pembatasan belanja karena melanggar peraturan Financial Fair Play UEFA. Dan, Di Maria percaya ini adalah alasan utama mengapa mereka menarik diri dari perburuan untuk mengontraknya.

"PSG, saya pikir mereka punya masalah uang dan mereka tidak bisa membeli pemain," kata pemain Argentina itu dalam sebuah wawancara dengan Telefoot, Minggu (16/11/2014). "Ini adalah alasan utama saya tidak pergi ke sana. Bermain di Liga Prancis sebenarnya akan menyenangkan banyak pemain."

"Sekarang aku di liga Inggris. Tapi Anda tidak pernah tahu, ada banyak gerakan di sepak bola. Anda tidak pernah bisa memprediksi di mana Anda akan bermain," imbuhnya.

Di Maria pada akhirnya mengakui tidak menutup kemungkinan pindah ke ibukota Prancis jika PSG masih tertarik padanya di masa depan.

"Ini bisa menjadi pengalaman yang baik bagi saya untuk pergi ke Paris," tambahnya. "Aku tahu aku masih muda, mungkin aku akan pergi ke PSG satu hari. Saya tidak tahu bagaimana semuanya akan berakhir."

Baca Juga:

["Mancini Sosok Pelatih Sempurna Inter Milan"](2134755 "")

[Dua Mantan Pemain Timnas U-19 Segera Gabung ke PSM](2134787 "")

[Demi Mourinho, Pria Ini Rela Jual Mobil Kesayangan](2134716 "")


View the original article here

Sunday, November 16, 2014

Buku Norberg dan Drama Hongaria

AsidesBuku Norberg dan Drama Hongaria

Bulan April lalu buku yang saya terjemahkan dan sunting di penghujung 2008, Membela Kapitalisme Global, sempat didiskusikan di TB. Walisongo, Jakarta, 17 April (trims atas kabarnya, Ed!). Sayang saya tidak bisa hadir; seperti apa jalannya diskusi barangkali akan ada kabarnnya dari Freedom Institute?

Di waktu yang kurang lebih bersamaan, Keluarga Tot–terjemahan naskah drama asal Hungaria yang saya garap bersama 2 konco baik saya (Adi Krishna di Padang dan Wendy Bale di Cilandak)–berhasil dipentaskan di TIM oleh Teater Gandrik-nya Butet dan Agus Noor. (Trims atas kabarnya, Dito!)

Tulisan lain yang mungkin terkait:


View the original article here

To Facebook or not?

AsidesTo Facebook or not?

Tahun 2004 saya sebetulnya sempat coba-coba Facebook. Tiga tahun kemudian, per 2007, teman saya baru 5. Lalu saya non-aktifkan. Sampai sekarang belum saya aktifkannya lagi….

Tulisan lain yang mungkin terkait:


View the original article here

Of Dogs, Cats and People

UncategorizedOf Dogs, Cats and People

I love dogs and have a soft spot for people who love and take good care of them. As a matter of fact, I can’t recall ever questioning even for a bit about the reasons behind typical human-canine relationship.

Of course: dogs possess many admirable qualities, from aesthetics (cuteness) to intelligence (smartness); and from utilitarianism (usefulness) to emotive appeals (faithfulness, gratitude), etc. Dogs may well exist to remind humanity no matter how rough life is, or how crooked we are, we are still most deserving of love. If life’s a stage, they want to tell us we are the stars. Dogs, in short, are easy to love.

I love cats, too, albeit for different reasons. They are little narcissists that seem capable of neither loving nor showing the palest signs of gratitude. When we get home weary from work or school, they will put on their felid display to impose on us who must receive the most attention. Cats seem a constant reminder that, despite what we’d like to regard ourselves, we’re just beings of lesser importance. No sooner do we turn this world into a stage than they are the starlets. Aren’t these ingrates amazing? Yet, I’ve been more amazed by people who pet them instead of other animals. Cat people are amazing because cats, so to speak, are next-to-impossible to love.  Now, although this assessment may not be accurate, it can at least give us an inkling into the psychology of the people who pet them.

Above all, it is people I love the most. Humans are the most wonderful of beings and I suspect any attempt to justify it is a redundancy. Still, I feel obliged to write this: I love humanity because they are capable of doing good, bad and evil. Human beings are most amazing enigmas because they are are capable of not only changing views but also of conception on what’s good, bad or evil. We can say that, if there is such thing called ‘good, bad and evil’ (or even ‘just’!), it is within the human beings themselves that the eventual measure lies. The measure resides within us. If you are like me, we love other people despite our individual succumbing to volition and fallibility. We love others because we realise we are blessed and cursed with faculty to exercise our own opposite qualities every waking moment that colours our characters and shapes our every day. We are the ones who turn this world into a stage, write the script and direct ourselves to stardom, or doom.

webmd_rf_photo_of_cat_and_dog_people

(416 words; image credit: http://pets.webmd.com/cats/ss/slideshow-truth-about-cat-people-and-dog-people)

Tulisan lain yang mungkin terkait:


View the original article here

PENGETAHUAN ENTREPRENEURSHIP

EkonomiPENGETAHUAN ENTREPRENEURSHIP

Jurnal Kebebasan: Akal & Kehendak
Vol. III, Edisi no. 73
Tanggal: 07 September 2010
Oleh: Giyanto

PENGETAHUAN ENTREPRENEURSHIP[1]

Oleh: Giyanto

Banyak buku beredar tentang entrepreneurship (kewirausahaan) di toko-toko. Namun, apabila kita amati, kebanyakan buku tersebut mengulas tentang bagaimana menjadi entrepreneur (pengusaha) yang sukses.  Minim sekali yang mencoba menjelaskan tentang apa itu entrepreneurship dan apa pentingnya menjadi entrepreneur.

Berdasarkan pengalaman saya yang memang belum banyak dan bersumber pada literatur yang terbatas, kali ini saya mencoba menjelaskan sekilas mengenai kewirausahaan tersebut.

Entrepreneur dan entrepreneurship sama-sama berasal dari kata dasar “enterprise” yang  berarti “keberanian memulai usaha”. Bahasa spanyol menyebutnya empresa, sedangkan kita seringkali menyebut dengan istilah di atas, selain juga wiraswasta atau pengusaha.  Istilah entrepreneur baik yang dijumput dari bahasa Inggris maupun Prancis berasal dari  bahasa Latin In prehendo-endi-ensum, yang bisa diartikan sebagai: “menemukan (to discover), mengamati (to see), merasakan (to perceive), menyadari (to realize), menangkap (to capture).  Apabila ditelisik dari sejarah munculnya istilah tersebut, yaitu kembali ke sekitar abad pertengahan di Prancis, kata tersebut berkaitan dengan orang-orang yang ditunjuk untuk mengerjakan proyek bangunan katredal (de Soto, 2008:16).

Dalam pengertian yang luas, seorang entrepreneur adalah setiap orang yang bertindak untuk mengubah atau memanipulasi kondisi sekarang dan meraih tujuan di masa depan dalam bidang kewirausahaan.  Konsepsi  tentang usaha (enterprise) berkait erat dengan persoalan sikap yang secara terus menerus ingin mencari, menemukan dan menciptakan tujuan-tujuan dan cara-cara yang baru. Dalam pengertian yang sempit, entrepreneurship berarti upaya untuk menemukan dan mendapatkan peluang untuk mencapai tujuan, atau memperoleh keuntungan, dan berusaha bertindak agar mendapatkan keuntungan dari peluang yang tersedia di dalam lingkungannya.

Definisi di atas menyiratkan bahwa ciri terpenting dari entrepreneurship usaha mencari atau menciptakan pengetahuan atau informasi baru. Artinya, kendala terbesar entrepreneurship bukanlah terletak pada hal-hal yang berkaitan secara  materiil—walaupun seringkali berawal dari kondisi persoalan materiil—melainkan justru pada bagaimana menciptakan pengetahuan—yang non materiil—yang dianggap mampu untuk digunakan dalam usaha memperoleh barang-barang atau hal yang materiil  guna memenuhi tujuan atau hasrat seseorang. Dengan kata lain, hal-hal materiil sebenarnya hanyalah sekadar efek samping dari terciptanya pengetahuan atau informasi entrepreneurship.

Namun, pengetahuan entrepreneurship tidaklah seperti jenis pengetahuan ilmiah yang bersifat akademis, teoritis, statis, atau seperti rumus-rumus dalam ilmu fisika ataupun matematika. Jenis pengetahuan terkait entrepreneurship merupakan jenis pengetahuan praktis. Bahkan seringkali, dari berbagai pengalaman, seorang entrepreneur biasanya ialah orang-orang yang tidak cukup sukses prestasinya di kelas-kelas formal.  Seseorang tidak harus “cerdas” dalam pengertian akademik agar dapat menjadi seorang entrepreneur, tapi dia harus “cerdas” dalam pengertian yang lebih luas.

Ini bukan berarti bahwa pengetahuan ilmiah akademik tidak penting bagi seorang entrepreneur. Hubungan pengetahuan ilmiah akademik dengan pengetahuan praktis entrepreneurship sangat kompleks. Semisal, hasil penelitian yang menghasilkan temuan obat-obatan atau riset ilmiah teknologi bisa jadi belum dapat bernilai/dinilai sebagai hal yang berharga bagi masyarakat apabila belum ada seorang entrepreneur/pengusaha yang “menemukannya” dari seorang ilmuwan  kemudian memasarkannya ke masyarakat atau pasar.

Sebaliknya, pengetahuan praktis dapat menjadi basis atau obyek penelitian dari pengetetahuan ilmiah teoritik/akademik.  Sebagai contoh, seorang ahli/praktisi terjun payung tidak harus mengetahui hukum gravitasi agar mampu memperoleh pengetahuan praktis tentang terjun payung, namun kemampuannya bisa jadi dimanfaatkan sebagai basis dan obyek penelitian ahli fisika teoritis dalam mengukur hubungan lebar parasut dengan kecepatan gaya gravitasi.

Menurut de Soto (2008:17), setidaknya ada enam ciri istimewa yang cukup mendasar dari pengetahuan entrepreneurship.  Pertama, pengetahuan ini lebih bersifat subyektif dan praktis, yang berarti langsung dapat dipraktikkan, ketimbang ilmiah obyektif. Kedua, pengetahuan ini bersifat pengetahuan khusus, alias ekslusif.  Artinya, seorang pelaku biasanya hanya memiliki keahlian khusus tertentu agar dirinya dapat berperan dalam sistem ekonomi di pasar atau masyarakat. Keempat, pengetahuan entrepreneurship selalu menyebar ataru tersebar di dalam seluruh benak masyarakat atau pelaku pasar. Keempat, pengetahuan ini tidak terartikulasikan/terucap secara jelas—atau dalam istilah yang agak puitis: dia membisu.  Yang kelima, pengetahuan tersebut diciptakan dari ruang kosong (ex nihilo), tepatnya melalui kegiatan entrepreneurship. Yang terakhir, pengetahuan tersebut dapat menyebar melalui proses sosial yang kompleks, kebanyakan tanpa disadari.

Nah, setelah sedikit mengulas tentang apa itu entrepreneurship dan ciri pengetahuan entrepreneurship, saya akan menuju pada penjelasan berikutnya: mengapa atau apa pentingnya menjadi entrepreneur?

Banyak alasan untuk menjadi entrepreneur.  Sebagian biasanya karena ingin menjadi kaya. Sebagian lagi, dengan alasan yang lebih idealis, bisa jadi ingin mengentaskan kemiskinan dalam masyarakat ataupun sebuah bangsa. Sebagian barangkali ingin menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain atau umat manusia. Sebagian bisa jadi karena sekedar menyalurkan hobi.

Bagi saya pribadi, menjadi entrepreneur berarti gairah akan memahami arti penting kebebasan. Kalau Anda jadi pengusaha, Anda bebas untuk menentukan hari libur Anda sendiri, bebas memilih membelanjakan apa yang Anda dapatkan, bebas dari tekanan atasan atau bahkan orang tua—karena satu-satunya atasan seorang entrepreneur adalah konsumen/pelanggannya.

Sebenarnya, tidaklah terlalu penting apapun alasannya—walaupun tingkat motivasi seringkali berpengaruh terhadap konsistensi dalam menjalankan usaha.  Faktanya, dunia kehidupan manusia tidak berjalan linear. Dengan kata lain, saya tidak akan tahu pasti apa yang akan terjadi kelak. Misal, walaupun sekarang Anda kuliah di jurusan geografi, apakah hal tersebut akan selalu menjamin bahwa di masa mendatang anda tetap berprofesi sebagai ahli geografi? Bayangkan, apakah dua puluh tahun lagi Anda akan tetap menjadi geograf demi menghidupi orang-orang yang Anda sayangi?

Bukan maksud saya meremehkan ilmu geografi. Saya sangat senang dengan ilmu geografi—dan seringkali membaca serta membeli Majalah National Geographic.  Namun sebagai seorang yang “normal”, pastinya saya akan lebih bersikap realistis daripada harus meyakini secara membabi buta bahwa kehidupan saya akan sepenuhnya bersandar pada keilmuwan akademik saya. Dengan kata lain, saya menyadari sepenuhnya arti penting memahami perbedaan manfaat dari pengetahuan ilmiah akademik dan pengetahuan praktis entrepreneurship.

Tanpa memahami perbedaan akan dua jenis pengetahuan tersebut, bisa jadi dalam sistem kapitalistik yang setengah-setengah sekarang ini, Anda atau saya hanya akan menjadi penonton, bukannya pemain yang kreatif. Bahkan  bisa jadi, suatu saat, karena Anda dan saya kurang/tidak kreatif, akan menjadi obyek penelitian kemiskinan. J

Dalam sudut pandang kemasyarakatan, entrepreneur memiliki peran yang sangat penting bagi perubahan dan kemajuan masyarakat.  Entrepreneur adalah tokoh revolusioner yang jarang tersorot secara jelas di media masa. Karena pengetahuan praktis kewirausahaanlah, saya dan Anda dapat menikmati keberlimpahan yang kita rasakan sekarang ini. Karena entrepreneur-lah, dunia terasa menjadi sangat dekat dan waktu dijalani dengan penuh keberlimpahan fasilitas. Anda dan saya mudah berpergian, mudah berkomunikasi dan semakin mudah melakukan hal-hal yang dulu sempat dianggap tidak mungkin dilakukan. Seberapa sering kaum radikal kiri Marxis menghujat para entrepreneur atau pengusaha, tetap saja dalam tindakan mereka, mereka akan selalu membutuhkan kemampuan entrepreneurship.

Saya sering menganalogikan seorang entrepreneur, apabila dalam permainan sepak bola, ibarat seperti para pemain tengah. Tugas pemain tengah dalam sepak bola adalah  menyuplai bola untuk para penyerang, merebut/mencuri bola apabila bola berada di wilayah pertahanan kemudian dibawa ke lini tengah dan lini depan. Sehingga seorang pemain tengah akan selalu rajin untuk mencari kemudian mengumpan bola (walaupun sayangnya, yang sering kebagian popularitasnya adalah para penyerang J). Ambilah contoh seorang Bill Gates, secara sadar atau tidak, pada saat dia “membajak” atau “mencuri” pengetahuan dari perusahaan Apel Computer serta IBM, dirinya telah menciptakan perubahan yang luar biasa terhadap perkembangan dunia teknologi, hingga akhirnya berdampak juga pada kehidupan masyarakat.  Begitu banyak contoh-contoh terkait kesuksesan dari pengusaha-pengusaha populer, Anda tinggal membaca cerita-cerita sukses para pengusaha di toko-toko buku terdekat, karena persoalan tersebut bukanlah fokus dari tulisan ini.

Kemudian, pertanyaan terakhir adalah, bagaimana cara memulai usaha? Jelasnya, tidak ada rumus pasti di sini. Namun demikian, saran saya, belajarlah pada orang-orang terbaik dalam bidangnya berdasar minat pengetahuan praktis Anda sendiri.

Referensi

Huerta de Soto.  2008. The Austrian School: Market Order and Entrepreneurial Creativity. Northampton: Edward Elgar

[1] Disampaikan dalam acara orientasi mahasiswa baru jurusan Geografi Unnes (PLG) tanggal 28/8/10.

Email penulis: giyanto17@yahoo.com

Tulisan lain yang mungkin terkait:


View the original article here

Asides

Menurut kabar yang sangat bisa dipercaya, Giyanto (kontributor di Semarang), sudah “bersedia” lulus skripsi.  Selamat, selamat!

Tulisan lain yang mungkin terkait:


View the original article here

Melawan Positivisme

EpistemologiMelawan Positivisme

Volume III, Edisi No. 70, Tanggal 22 Maret 2009
Oleh: Giyanto

From science comes prevision, from prevision comes actions.

(Auguste Comte, The Positive Philosophy)

One of the fundamental conditions of man’s existence and action is the fact that he does not know what will happen in the future

(Ludwig von Mises, Theory and History)

Apabila dilihat secara jeli, ada kesan bahwa ilmu pengetahuan sosial telah menuju pada kematian.

Dalam banyak seminar dan diskusi, kadang terdengar keluhan bahwa ilmu pengetahuan sosial telah tersub-ordinatkan oleh pengetahuan alam. Hal ini memang disayangkan dan, bahkan, menurut saya, tidak terjadi secara kebetulan. Keluhan tersebut sering timbul sebagai reaksi terhadap berbagai kebijakan-kebijakan politik pendidikan ataupun kebijakan lain yang terkait dengan kepentingan kebutuhan-kebutuhan praktis (misalnya dalam “mencetak” tenaga-tenaga teknis terdidik).

Apakah benar landasan pemikiran di balik kebijakan-kebijakan semacam itu? Sejauh mana pengaruh ilmu pengetahuan alam telah menyilaukan para pakar ilmu sosial? Dan siapakah yang bertanggungjawab atas keyakinan filosofis dari penyimpangan yang terjadi sekarang ini?


(Auguste Comte)

Adalah Auguste Comte pihak yang bertanggungjawab di sini.  Comte memberi kita visi tentang idealitas keilmuwan; tentang ilusi keagungan penerapan prosedur eksperimen dalam penyelidikan sosial; tentang pentingnya “memajukan” masyarakat untuk lepas dari belenggu pemikiran teologis serta metafisis menuju masyarakat positif yang “ilmiah”.

Ironisnya, pandangan ini sekarang telah menjadi satu-satunya norma ilmiah–sebuah norma yang tanpa pernah dipertanyakan, telah menjadi tradisi untuk mengklaim diri paling ilmiah dan yang lain sebagai tidak ilmiah. Atas visi yang keblalasan tersebut, cabang ilmu yang pada awalnya murni logika, misalnya ekonomi dan ilmu sosial, telah ikut-ikutan mengadopsi visi filosofis Auguste Comte. Setiap pernyataan atau proposisi, menurut klaim positivis, tidak akan pernah dapat dibuktikan kebenarannya apabila tidak melalui prosedur eksperimen yang empiris.

Monopoli terhadap klaim bahwa prosedur kaum positivistik sebagai satu-satunya prosedur yang paling ilmiah merupakan satu bentuk kebebalan akademik.  Positivisme dalam ranah epistemologi mensyaratkan bahwa ilmu tindakan manusia harus menerapkan prosedur yang sama seperti yang dilakukan dalam ilmu alam.

Dalam ranah aliran psikologi, kaum positivis terjelma dalam aliran behaviorisme, atau sering disebut neopositivisme. Dalam bidang budaya dia muncul dalam kritik sastra serta kritik seni. Dalam bidang politik dia tampil dengan pemberlakuan hukum positif dsb.  Karena keterbatasan ruang serta kemampuan, di sini saya akan menunjukkan beberapa kesalahan dari sudut pandang epistemologi ilmu pengetahuan terhadap keyakinan-keyakinan filosofis kaum positivis.

Dalam The Positive Philosophy, tujuan utama Comte adalah menelaah sejarah perkembangan ilmu serta menciptakan teori tentang tiga tahap perkembangan masyarakat. Ia membagi perkembangan masyarakat ilmiah menjadi tiga: tahap teologis, tahap metafisik dan tahap ‘ilmiah’ atau positif. Dalam penafsirannya, penemuan ajaran Bacon, konsep Descrates dan pandangan Galileo ialah salah satu bentuk semangat perkembangan masyarakat positif dalam melawan sistem skolastik. Untuk itu Comte mengajukan sebuah cabang ilmu yang, menurut dia, seharusnya memiliki keteraturan yang sama seperti ilmu alam, ia menyebutnya fisika sosial (Social Physics).

Alih-alih menelaah sifat manusia secara utuh, dalam karyanya Comte malah lebih banyak mengulas Matematika, Astronomi, Statistik, Geometri, Fisika, Kimia. Konon, menurut Comte, hal itu dimaksudkan untuk mencari prasyarat bagi tahap-tahap menuju masyarakat positif. Di sini Comte cukup “sukses”. Kita sekarang telah dibingungkan oleh ajaran Comte yang sesat. Bagi Comte, masyarakat positif dikatakan dapat berhasil secara ilmiah ketika para ilmuwan telah meninggalkan sesuatu yang a priori. Metode yang paling tepat, menurut Comte, ialah pencarian hukum-hukum ilmu sosial melalui eksperimen. Baginya hanya metode eksperimenlah yang dapat mendekatkan kita pada objek observasional.

Prasyarat kedua, menurut Comte, dalam menuju masyarakat positif adalah dengan menggantikan pendidikan teologi, metafisika dan sastra dengan pendidikan filsafat positif. Comte mengartikan pendidikan positif sebagai ajaran yang mendidik masyarakat agar persepsinya dapat sesuai dengan objek faktual—dengan kata lain gagasan-gagasan abstrak serta fiksi seharusnya ditiadakan. Dengan demikian ajaran-ajaran teologis, metafisik dan sastra merupakan ajaran yang tidak sesuai dengan objek faktual. Jadi keberadaan mereka perlu digantikan dengan ilmu-ilmu alamiah, atau dengan kata lain hal-hal yang bukan fakta non-metafisis tidak bermakna apa-apa. Sekali lagi, di sini Comte mengalami kesuksesan. Dan sekarang sistem pendidikan kita melaksanakan dengan konsisten usulan ajaib dari Auguste Comte!

Ketiga, bagi Comte, masyarakat ilmiah dalam menelaah ilmu sedapat mungkin harus mampu mengombinasikan beberapa sudut pandang cabang ilmu. Baginya, kombinasi dalam berperspektif sangatlah penting.  Ia mencontohkan bahwa kimia seharusnya dipadukan dengan fisiologi—seperti kebodohan kita dalam mengubah manusia menjadi sekedar ilmu statistik atau melihat trend-trend saat ini munculnya kajian ekonomi perilaku, ekonomi fisika dsb. Kesalahan Comte di sini sangat fatal. Ia tidak menyadari bahwa setiap cabang ilmu itu terkait cara berfikir. Setiap disiplin ilmu memiliki logika formalnya sendiri-sendiri. Ada perbedaan antara yang ada dalam pikiran dengan kenyataan luar.

Terakhir, masih menurut Comte, untuk mengatasi krisis masyarakat, hanya pandangan filsafat positivisme-lah yang mampu mengatasi krisis sosial. Dengan filsafat positif anarkisme intelektual, yang biasanya melewati jalan rumit untuk diperdebatkan dalam mencari kebenaran, harus dilenyapkan. Pandangan ini jelas-jelas memberi jalan panjang bagi kematian karya-karya klasik. Bagi Comte, ide-ide masa lalu yang mengarah pada anarkis adalah musuh keteraturan masyarakat.  Anggapan tersebut jelas keliru. Musuh keteraturan bukanlah anarkisme intelektual tetapi imoralitas perilaku.

Kesalahan Comte yang paling mendasar adalah memperlakukan setiap fenomena seperti hukum ilmu alam—yaitu memiliki sifat yang tak berubah serta beroperasi melalui sebab-sebab konstan. Dia menganalogikan setiap fenomena harus mengikuti jalan yang sama bagi penemuan teori ilmu alam, khususnya ilmu fisika. Ini kebodohan tingkat tinggi. Comte mengatakan:

The first characteristic of the Positive Philosophy is that it regards all phenomena as subjected to invariable natural Laws. Our business is,—seeing how vain is any research into what are called cause, whether first or final,—to pursue an accurate discovery of these Laws, with a view to reducing them to the smallest possible number. By speculating upon cause, we could solve no difficulty about origin and purpose.  Our real business is to analyze accurately the circumstance of phenomena, and to connect them by natural relations of succession and resemblance. The best illustration of this is in the case of the doctrine of Gravitation.[1]

Tujuan utama ilmuwan yang berpandangan positivis ialah mencari keteraturan dari sebuah fenomena. Senjata pamungkasnya: statistik. Alasannya, hanya statistiklah yang dapat menguji fenomena sosial layaknya pengujian ilmu alam. Bagi kaum positivis, sebuah teori yang tidak dapat diverifikasi atau difalsifikasi oleh pengalaman empiris—yang biasanya melalui data statistik—tidak akan dapat dianggap sahih. Bahkan sebuah pernyataan tanpa dukungan analisa statistik tidak bisa disebut “ilmiah”.

Dapat dipahami tentang penekanan penggunaan statistik dalam ilmu sosial disebabkan oleh kesilauan ahli ilmu sosial terhadap prosedur induktif yang digunakan dalam ilmu alam. Dengan prosedur induktif, para ahli ilmu sosial berharap akan menemukan hukum-hukum sosial seperti layaknya hukum fisika; sehingga penggunaan prosedur yang kaku, dengan berbagai varian metodologi kuantitatifnya, telah berhasil membuat sebagian besar akademisi kita sudah merasa “paling ilmiah”.

Doktrin tersebut, tidak dapat dipungkiri, menyiratkan pandangan yang kacau. Statistik tidak menggambarkan keteraturan. Dia hanya sebuah kumpulan kejadian-kejadian yang beragam, yang kemudian direduksikan menjadi angka-angka. Dengan demikian, kejadian-kejadian tersebut bukanlah sebuah variabel yang dapat dipastikan akan mempengaruhi kejadian di masa depan. Fenomena yang telah direduksi ke dalam angka statistik pastilah fenomena masa lalu. Dia merupakan sejarah masa lalu; sehingga sangat musykil untuk membangun teori dari data statistik.

Sekarang ini ilmu sosial seolah-olah telah menjadi cabang dari ilmu matematika ataupun statistik. Kita hampir tidak pernah diberikan telaah tentang problem epistemologi. Dalam hal prosedur penelitian, hampir semua kurikulum perguruan tinggi telah mengajarkan filsafat ilmu—bukannya epistemologi ilmu. Sebagai akibatnya, telah menjadi keyakinan umum bahwa tanpa prosedur metodologis, sebuah temuan yang ‘hanya’ berdasar reflektif tidak akan pernah dianggap sahih.

Dampak lebih jauh dari pandangan tersebut ialah matinya sensitifitas serta kemampuan refleksi filosofis para ahli ilmu sosial. Mahasiswa dan calon sarjana ilmu sosial, atau secara umum bidang manusia, telah benar-benar menjadi positif. Mereka hampir-hampir tidak memiliki kemampuan analisis logis yang mumpuni terhadap problem sosial. Sarjana-sarjana kita telah menjadi robot-robot akademik yang mudah untuk ditakut-takuti oleh wajah seram metodologi ilmu.

Entah berapa banyak lagi buku-buku metodologi penelitian sosial yang sekarang terserak di toko-toko buku mengasumsikan hal yang sama. Asumsi filosofis yang sejak zaman Locke, Hume serta Berkley hingga memuncak menjadi filsafat Positivis Auguste Comte, menganggap akal manusia hanyalah ‘tabula rasa’, yang hanya tunduk pada rangsangan inderawi. Mereka tidak mempercayai bahwa manusia memiliki benak yang aktif. Anehnya, determinisme filosofis yang semakin berlarut-larut saat ini tidak pernah dipertanyakan ataupun diresahkan oleh kalangan akademis kita.

Dengan demikian apabila ditelusuri secara logis, determinisme filosofis akan mengarah ke empirisme, dan apabila ditambah dengan prasyarat perlunya verikasi dan falsifikasi dia akan menjelma menjadi keyakinan positivis. Dengan kata lain, positivisme merupakan bentuk ekstrim empirisme serta bagian besar dari pandangan determinis.  Determinisme adalah kakek positivisme. Begitu juga empirisme; dia anak determinisme, serta bapak dari positivisme.

Artinya, ketiga pandangan tersebut adalah keluarga besar yang menyamakan manusia seperti batu. Bagi determinisme,  manusia adalah hasil endapan serta bentukan dari budaya, sejarah ataupun pengaruh perubahan iklim, seperti bebatuan yang berasal dari sedimen yang tererosi oleh iklim di luarnya (dalam derajat tertentu pandangan ini memang dapat diterima). Sementara, para empiris tidak cukup yakin bahwa yang dihadapi adalah batu, maka mereka belum puas apabila belum “meng-indera-I” sang batu. Positivisme jauh ingin lebih meyakinkan, dengan membawa sang batu ke laboratorium untuk mendapatkan pengujian hingga benar-benar dibuktikan bahwa yang ditelitinya adalah batu yang lapuk karena tererosi oleh perubahan iklim.

Satu hal yang dilupakan bagi kaum determinist empirist positivistic adalah bahwa manusia sesungguhnya mampu belajar. Mereka bukan sekumpulan bebatuan, atom-atom, molekul-molekul, serta agregat-agregat angka yang dengan sederhana dapat dirumuskan menjadi teori melalui kalimat; jika Y, maka X. Tapi sebaliknya, manusia adalah makhluk yang bertindak, berpikir, menilai dan memilih.  Kehendak bebasnya merupakan sarana untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan hidup yang telah menjadi kodrat kehidupan.  Manusia akan dapat belajar baik dari pengalamannya sendiri maupun pengalaman orang lain untuk mencapai tujuan-tujuan bagi kepuasan serta eksistensinya.  Singkatnya manusia bukanlah materi fisikal yang tak bertindak, sekali lagi, dia adalah makhluk yang bertindak.

Jadi, jika mayoritas kalangan akademik sekarang masih berkutat melalui asumsi-asumsi positivistik yang keliru, maka tidak ada cara lain kecuali mengkaji ulang asumsi-asumsi tersebut. permasalahan tentang apakah suatu bidang  ilmu bisa dikatakan ilmiah atau tidak ilmiah bukanlah terletak pada penggunaan model matematis dan analisis statistik yang  canggih maupun yang tidak canggih. Tapi pada kesesuaian asumsi-asumsi dalam epistemologisnya dalam melihat objek material ilmu tersebut—yang tentunya dalam ilmu-ilmu sosial berbeda jauh dengan asumsi epistemologis ilmu alam.

Untuk melawan positivisme salah satu jawaban alternatifnya ialah kembali kepada kajian logika, logika tindakan (praksiologi) atau membuka kembali keran perdebatan metafisis. Teori ilmu sosial tidak akan dapat dihasilkan melalui prosedur eksperimen.  Alasannya: manusia bukanlah batu, atom, molekul, planet bahkan tikus ataupun anjing. Setiap eksperimen yang dilakukan oleh peneliti sosial tidak akan dapat menjamin munculnya tanggapan yang sama pada masing-masing manusia.

Sebaliknya, Manusia adalah makhluk yang bertindak. Artinya, manusia akan selalu bertindak berdasarkan penilaian subyektifnya. Tindakan tersebut akan selalu berbentuk cara-cara yang terbatas serta berbeda-beda bagi setiap individu. Atas dasar itulah basis tindakan manusia dapat dipahami.

Oleh karena itu pemahaman terhadap basis ‘nilai’ manusia menjadi sangat penting. Sebuah penilaian manusia tidak dapat direduksi ke dalam sesuatu yang cardinal. Penilaian manusia akan selalu berbentuk ordinal. Sebuah nilai tidak akan dapat direduksi ke dalam agregrat-agregat melalui bahasa matematis dan juga statistik.  Tetapi sebaliknya, nilai adalah sebuah prioritas. Dia tidak dapat menjadi A sekaligus dalam waktu yang sama menjadi B. Manusia akan selalu dibatasi untuk memilih—melalui penilaiannya—prioritas antara A atau B, ataupun memprioritaskan B daripada A.

Akan tetapi, kaum positivis barangkali akan tetap menolak dengan mengatakan bahwa logika, dan juga logika tindakan, tidak dapat disebut sebagai pengetahuan tentang realitas. Alasan mereka adalah karena pernyataan-pernyataan logika maupun praksiologi tidak dapat dibuktikan secara empiris.  Dengan demikian, menurut anggapan yang berpandangan positivis, logika dan praksiologi hanya bersifat analitis dan bukan sintetis.

Untuk melawan argumen ini kita boleh saja mempertanyakan kesasihan kesimpulan non empiris dari 2 + 2 = 4. Apakah untuk menyimpulkannya kita memerlukan pengujian empiris? Jawabnya jelas tidak. Tapi kemudian pertanyaannya adalah, justifikasi apakah yang menyebabkan kesimpulan tersebut sahih baik secara empiris maupun logis? Yang pasti melalui hukum-hukum epistemologis dengan menyelidiki cara kerja akal, tentang refleksi melalui hukum non-kotrakdiksi, kausalitas, hukum identitas, dsb. Dalam ranah ini maka sangat penting bagi setiap ahli ilmu sosial untuk mempelajari epistemologi ilmu.

Namun cara kerja epistemologi bidang kajian ilmu manusia berbeda dari matematika. Dia beroperasi berdasarkan hukum-hukum logika tindakan. Walaupun preposisi apriori matematis berbeda dengan preposisi apriori dalam logika tindakan, keduanya mengkarakteristikan hal yang sama, bahwa kedua proposisi apriorinya tidak mungkin lagi dianalisis menjadi lebih kecil lagi. Artinya,  dia menjadi batas akal/rasio dalam bekerja.  Proposisi apriori matematis seperti; +, -, /, x adalah kaidah-kaidah yang membatasi hukum-hukum berfikir tentang realitas (yang dalam hal ini bukan ranah tindakan), yang apabila diuji secara empiris akan membawa pada kesimpulan yang sahih—dengan syarat tidak terjadi kesalahan logis dalam pendeduksiannya. Dengan demikian, dia sahih baik secara apriori maupun riil.

Begitu juga dalam logika tindakan. Kaidah-kaidah tentang identitas dan kontradiksi ialah kaidah yang membatasi dalam memandang realitas. Kategori-kategori logika seperti “ada”, “semua” serta implikasi-implikasinya seperti “dan”, “tidak”, “atau”, “jika-maka” merupakan batas-batas yang tidak dapat dianalisis lebih lanjut. Dia akan begitu dan tetap seperti itu, baik secara logis maupun riil.

Walaupun karakter apriori logika tindakan serta karakter apriori matematis memiliki karakteristik yang sama, akan sangat keliru bagi kaum positivistik, yang menekankan fungsi prediktif, dengan cara menggunakan perhitungkan matematis dalam menggambarkan realitas tindakan. Alasannya, kerena proses pendeduksian matematis tidak dapat ditarik dari aksioma tindakan. Dalam perspektfi ini, maka sebenarnya positivisme tidak memiliki basis epistemologi apapun.

Di sinilah pentingnya kajian praksiologi atau logika tindakan. Pencarian kebenaran dalam logika tindakan tidak dilakukan dengan cara mengukur;  dia hanya dapat ditelaah melalui identifikasi reflektif.  Identifikasi tersebut mengisyaratkan bahwa setiap tindakan manusia sepenuhnya subyektif.  Jadi memprediksikan sebuah tindakan adalah sesuatu yang muskil, karena ketika kemarin saya bangun jam 6 pagi, hal tersebut tidak akan menjamin bahwa saya besok akan bangun pada jam yang sama seperti kemarin; secanggih apapun metode statistik yang Anda gunakan, Anda tidak akan mampu memprediksikan jam berapa besok saya akan bangun. Karena sebab-sebab konstan dalam sebuah tindakan tidak akan pernah ada sama sekali.

Kemudian kaum positivis mungkin akan bertanya-tanya, untuk apakah science jika tidak memiliki fungsi prediktif? Yang jelas tanpa memiliki fungsi prediktif suatu ilmu tetap akan dapat memberi petunjuk bagi manusia untuk memahami dunianya. Dengan tujuan yang lebih sederhana, tugas ilmu pengetahuan adalah menguak realitas-realitas yang masih terhalang. Sains tentang manusia tidak dapat membangun ide-ide apapun; dia hanya dapat menguak realitas—-setidaknya agar kita tidak selalu dibohongi oleh ahli propanda serta menjaga peradaban dalam menciptakan individu-individu yang bebas, bermoral, kritis, kreatif serta inovatif.

Hanya melalui strategi perubahan cara pandang—atau setidaknya kembali mengkaji—epistemologi-lah krisis kemanusiaan dapat diperbaiki. Tanpa ada usaha perubahan tersebut maka kita akan selalu dihadapkan pada problem-problem sosial yang disebabkan oleh kesalahan kita dalam memahami fenomena realitas manusia. Entah sampai kapan kita meyakini anggapan bahwa alat tukar/uang ialah hasil ciptaan pemerintah, atau bahwa harga barang seharusnya dapat dikontrol oleh politisi, atau menganggab hasil belajar pesertadidik harus dievaluasi serentak melalui Ujian “Nasional”. Tanpa disadari, dengan klaim jubah ilmiah oleh kalangan akademis, kita telah menciptakan bencana kemanusiaan yang berasal dari kesalahan pemahaman atas ilmu-ilmu tentang manusia itu sendiri!

REMOKENDASI

Hoppe, Hans-Hermann. 2008. Ilmu Ekonomi dan Metode Austria. Terj. Sukasah Syahdan. Jurnal Kebebasan: Akal dan Kehendak (Http://akaldankehendak.com)

John J. Toohey, S.J., 1952. Notes on Epistemology. Washington, D.C.: Georgetown University Press

Mises, Ludwig von. 1957. Theory and History: An Intrepertation of Social and Economic Evolution. Washington, D.C.: Ludwig von Mises Institute

Rothbard, Murray N. 1960, “The Mantle of Science,” Princeton, N.J.: D. Van Nostrand

Spencer, Herbert. 1864. Reasons for Dissenting from the Philosophy of M. Comte

Wutscher, Robert. 2005. Foundations in economic methodologies: The use of mathematics by mainstream economics and its methodology by Austrian economics. Economics Honours Long Paper, 5 September 2005. Department of Economics. University of Cape Town

[1] Lihat dalam pendahuluan karya Auguste Comte, The Positive Philosophy of Auguste Comte, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Harriet Martineau (London George Bell & Son, 1986), hal. 31.

Tulisan lain yang mungkin terkait:


View the original article here

Asides

Menurut kabar yang sangat bisa dipercaya, Giyanto (kontributor di Semarang), sudah “bersedia” lulus skripsi.  Selamat, selamat!

Tulisan lain yang mungkin terkait:


View the original article here

François-Marie Arouet dan Kita

UncategorizedFrançois-Marie Arouet dan Kita

“Those who can make you believe absurdities, can make you commit atrocities.”

Penulis, satiris, sejarawan dan filsuf asal Perancis abad Pencerahan, François-Marie Arouet dikenal sebagai pemikir yang kritis, kritikus yang vokal, serta ‘vokalis’ yang tajam, terutama terhadap kemapanan gereja Katolik di jamannya.  Ia juga pendukung-gigih kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, dan pemisahan antara agama dan negara.  Kepiawaian dan kesuburannya sekalu penulis, tak berbantah.  Arouet menulis dalam hampir semua genre yang ada di jamannya: drama, puisi, novel hingga esei, maupun tulisan kontemporer-populer dan karya ilmiah termasuk sejarah dan filosifi.  Ia menulis lebih dari 20 ribu surat dan 2 ribu karya lain dalam bentuk buku serta pamflet. Arouet lebih kondang lagi lewat nama-penanya: Voltaire.

Voltaire Incident Syahdan, Voltaire memenuhi undangan seorang bangsawan untuk acara jamuan, di mana kemudian terjadi perselisihan. Akibat kalah berdebat, sang bangsawan mengusir Voltaire dan memerintahkan anak-anak buahnya untuk memberinya “pelajaran.”  Lukisan di atas merekonstruksi momen ketika Voltaire, yang geram akibat penganiayaan terhadap dirinya, muncul kembali untuk membuat perhitungan.

Lewat tulisan singkat pembuka ini, mari kita berkenalan dengan satu kutipan Voltaire di atas: “Those who  can make you believe absurdities can make you commit atrocities.”  Mereka yang dapat membuatmu percaya pada hal-hal absurd, pada dasarnya akan mampu pula menggiringmu untuk melakukan tindakan-tindakan keji.

Siapakah yang dimaksud dengan “mereka” di sini? Absurditas macam apa pula yang dimaksud Voltaire? Kekejaman atau kekejian seperti apa?  Apakah Voltaire sedang mengacu pada mereka para distributor atau pengecer doktrin-doktrin absurd agamis/sekuler? Apa absurditas di sini termasuk hal yang (konon) gaib, hal galib, atau dan hal-hal lainnya yang tak-selesai atau dibuat tak-kunjung-selesai?

Lebih dari itu, tidakkah sentilan Voltaire di atas relevan bagi kita di negeri dan jaman ini?

Tulisan lain yang mungkin terkait:


View the original article here

Asides

Menurut kabar yang sangat bisa dipercaya, Giyanto (kontributor di Semarang), sudah “bersedia” lulus skripsi.  Selamat, selamat!

Tulisan lain yang mungkin terkait:


View the original article here

A&K dan Mises Institute

AsidesA&K dan Mises Institute

Jörg Guido Hülsmann dan Stephan Kinsella, dua tokoh Mises Institute mengutip A&K dalam esei mereka di Mises Daily bulan Agustus lalu.

Tulisan lain yang mungkin terkait:


View the original article here

Federer Mundur, Djokovic Juara

London - Novak Djokovic menjuarai ATP World Tour Finals 2014 tanpa perlu bertanding di final. Ia dinyatakan jadi juara menyusul keputusan Roger Federer, lawannya di partai puncak, untuk mundur.

Djokovic dan Federer sejatinya akan berhadapan di O2 Arena, Senin (17/11/2014) lepas tengah malam WIB, dalam pertemuan ke-37 di antara kedua petenis top dunia tersebut.

Akan tetapi, duel yang sudah dinanti-nanti itu urung terjadi. Federer masuk ke lapangan bukan untuk bertanding melawan Djokovic melainkan memberikan pengumuman pengunduran dirinya.

Petenis Swiss 33 tahun itu, yang sebelum ini bertarung nyaris tiga jam lawan Stanislas Wawrinka di partai semifinal, mengaku tak bugar untuk menjalani pertandingan akibat masalah pada punggungnya.

"Saya harap Anda semua memahami bahwa saya ingin memberi tahu ini secara langsung dan minta izin tidak bermain," tutur Federer seperti dikutip Reuters.

"Saya tak bisa bersaing pada level ini dengan masalah pada punggung," lanjutnya disambut tepuk tangan hangat dari para penonton kendatipun mereka jelas kecewa.

Presiden ATP Chris Kermode, yang berdiri di samping Federer, kemudian mengumumkan bahwa sebagai pengobat kecewa akan dilangsungkan partai eksebisi satu set antara Djokovic lawan Andy Murray.

Untuk Djokovic ini menjadi kali ketiga beruntun ia tampil menjadi kampiun di ATP World Tour Finals setelah tahun lalu ia mengalahkan Rafael Nadal dan menundukkan Federer di tahun 2012.

(krs/raw)

View the original article here

Hamilton Tenang, Pede, dan Siap Menang

Abu Dhabi - Lewis Hamilton menegaskan dirinya bukan cuma merasa tenang dalam memburu gelar juara dunia F1 di GP Abu Dhabi yang akan jadi balapan pamungkas musim ini. Pebalap Mercedes itu juga mengaku percaya diri dan siap menang.

Hamilton bersikeras dirinya takkan akan tetap menjalani balapan di Yas Marina pada 23 November dengan cara yang sama seperti balapan-balapan sebelumnya, kendatipun tahu posisi finis kedua di sana akan membuatnya memastikan diri jadi kampiun musim ini.

Juara dunia F1 2008 itu kini memimpin klasemen dengan keunggulan 17 poin dari rekan setimnya, Nico Rosberg. Selisih tersebut sebenarnya cukup nyaman di situasi normal dan membuat Hamilton bakal aman dengan posisi finis empat.

Akan tetapi, mengingat adanya sistem poin dobel di GP Abu Dhabi nanti Hamilton harus memastikan dirinya mampu mengamankan poin yang cukup--setidaknya posisi dua jika saja Rosberg tampil sebagai pemenang balapan.

Tepat dalam balapan sebelum ini di Brasil, Hamilton harus rela rentetan lima kemenangannya pupus. Ia cuma finis kedua di belakang Rosberg--dalam sebuah finis satu-dua ke-11 Mercedes musim ini, mematahkan rekor 10 finis satu-dua McLaren pada 1998.

"Brasil merupakan akhir pekan bagus buat tim. Tentu buatku itu tak berjalan sesuai rencana, tapi mengingat situasinya posisi kedua merupakan hasil bagus dan itu merupakan sebuah momen bagus untuk mendapatkan rekor finis satu-dua untuk orang-orang yang sudah bekerja keras menyediakan mobil luar biasa ini buat kami," tutur Hamilton di Crash.

"Aku sudah berhasil untuk berjuang dari apa pun masalah yang aku hadapi dan aku takkan mengubah hal itu untuk balapan ini. Aku punya catatan bagus di sirkuit Abu Dhabi. Tahun lalu sebenarnya merupakan kali pertama aku tak finis di baris terdepan atau finis di podium, tapi aku juga mengalami ketidakberuntungan--khususnya di 2012.

"Aku berharap kesialan kali ini tidak berperan dan aku tahu tim sudah bekerja keras untuk memastikan itu tak terjadi. Aku merasa tenang, aku percaya diri, dan siap menang," tegasnya.

(krs/raw)

View the original article here

Simpati Djokovic untuk Federer dan Penonton

London - Novak Djokovic tampak tak mau terlalu bergembira merayakan keberhasilannya menjuarai ATP World Tour Finals 2014 mengingat itu diraih akibat mundurnya Roger Federer, lawan yang mestinya ia hadapi di final.

Tepat sebelum melakoni partai final lawan Djokovic di 02 Arena, Federer mengumumkan pengunduran dirinya. Ia mengaku kondisi fisiknya tidak siap untuk menjalani pertandingan tersebut.

Akibat hal itu Djokovic, yang menyudahi tahun ini di peringkat pertama dunia, pun dinyatakan menang tanpa perlu bertanding. "Tentu saja bukan cara yang aku inginkan untuk menang. Aku ikut merasa sedih untuk Roger," kata Djokovic di Reuters.

Untuk Djokovic, gelar di ATP World Tour Finals 2014 merupakan yang ketiga beruntun. Sejak Ivan Lendl menjuarai Tour Finals tiga tahun beruntun pada periode 1985-1987, baru kali ini lagi ada yang bisa melakukannya.

Akan tetapi, kegembiraan Djokovic kurang lengkap karena kesuksesannya yang teranyar di ajang tersebut dicapai dengan cara yang menurutnya kurang ideal.

"Aku sudah berkecimpung di tenis 10 tahun dan aku tahu Roger dan Rafa (Nadal) selalu jadi penantang terberat dan senantiasa berusaha 100 persen. Jika Roger bisa bermain maka ia akan melakukannya," kata petenis Serbia yang tahun ini menggondol dua titel Grand Slam itu.

"Aku juga turut bersedih untuk kalian (para penonton). Ini merupakan pertandingan yang sudah ditunggu-tunggu antara petenis nomor satu dan dua dunia, dan semua orang bersemangat menyaksikannya.

"Aku bukan tipe pemain yang senang merayakan kemenangan-kemenangan macam ini, tapi aku harus merayakan musim ini secara keseluruhan dan trofi ini merupakan mahkota dari satu musim," papar Djokovic.

Kendatipun urung bertarung dengan Federer di partai final Djokovic tetap turun bertanding dalam partai eksebisi satu set, yang juga dimaksudkan sebagai laga pengobat kecewa, dengan menghadapi Andy Murray.

(krs/raw)

View the original article here

Pernyataan Federer Usai “Menyerahkan” Gelar Juara ke Djokovic

VIVAnews - Roger Federer secara mengejutkan memilih mundur dari partai puncak ATP World Tour Finals 2014. Petenis asal Swiss tersebut pun harus menyerahkan gelar juara kepada Novak Djokovic.

Sejatinya, Federer dan Djokovic akan memainkan babak final di O2 Arena, London, Senin, 17 November 2014 dini hari WIB. Akan tetapi, Federer memilih mundur dari turnamen yang sudah dimenanginya sebanyak tujuh kali itu karena alami cedera punggung.

Petenis berusia 33 tahun ini masih tetap merasakan sakit, meskipun telah memakai pain killer. Cedera tersebut didapat Federer usai melakoni pertarungan cukup ketat dengan Stanislas Wawrinka di babak semifinal, kemarin.

"Saya harap Anda semua memahami bahwa saya ingin memberi tahu ini secara langsung dan minta izin tidak bermain. Saya tak bisa bersaing pada level ini dengan masalah pada punggung," kata Federer, seperti dilansir BBC Sports.

“Di usia saya sekarang, ini adalah risiko yang harus diambil. Kondisi benar tidak nyaman untuk saat ini, saya berharap bisa kembali pulih dan memberikan yang terbaik selanjutnya,” sambungnya, yang kemudian disambut tepuk tangan hangat dari para penonton.

Pertemuan ke 37 Federer dengan Djokovic pun urung terjadi, dan Djokovic akhirnya dinobatkan sebagai juara. Ini menjadi gelar ke 4 Djokovic di turnamen ini, sebelumnya petenis asal Serbia itu meraihnya pada 2008, 2012, dan 2013.

Sementara itu, demi mengobati kekecewaan para penonton karena gagalnya final antara Djokovic vs Federer, maka panitia mengadakan pertandingan eksibisi antara Djokovic dan Andy Murray. Djokovic sendiri keluar sebagai pemenangnya.

© VIVA.co.id


View the original article here

Tanpa Ayunkan Raket, Djokovic Keluar Sebagai Juara

Sorry, I could not read the content fromt this page.Sorry, I could not read the content fromt this page.

View the original article here

Demi Pemain Ini, MU Siap Pecahkan Rekor Transfer

Manchester United siap untuk memecahkan rekor transfer dunia jika jadi mendatangkan Gareth Bale. Pemain asal Wales ini sendiri tetap bertekad untuk menyelesaikan kepindahannya ke Real Madrid.

Bale lebih memilih bergabung ke Madrid pada September 2013, padahal ketika itu "Red Devils" menawarkan lebih banyak uang kepada pemain berusia 25 tahun itu.

Madrid membeli Bale dari Tottenham Hotspur setelah membayar sekitar 100 juta euro. Kepindahan Bale ini memecahkan rekor transfer dunia.

Terkait dengan rencana MU, agen Bale, Jonathan Barnett, kembali menegaskan bahwa kliennya tetap fokus pada penandatanganan untuk Madrid.

"Dia selalu ingin bermain untuk Madrid. Namun, dia bisa saja pergi ke MU dan klub-klub lain," kata Barnett.

Bale diincar agar bisa mengembalikan kejayaan MU yang masih terpuruk di musim ini. Namun, MU harus merogoh kocek yang dalam bila ingin mendapatkan pemain termahal dunia itu, karena Chelsea telah menyiapkan 90 juta pound atau setara Rp 1,3 triliun untuk membawanya ke Stamford Bridge.

Bale bergabung ke Madrid dengan menandatangani kontrak berdurasi enam tahun. Biaya transfernya dari Tottenham menjadi rekor biaya transfer termahal melewati transfer rekan satu timnya Cristiano Ronaldo saat didatangkan dari MU.

Paruh pertama musim Bale terganggu oleh cedera. Bale mencetak gol pada debut-nya bersama Madrid saat melawan Villarreal. Penampilan kedua Bale untuk Madrid datang dalam kemenangan 6-1 atas Galatasaray di Liga Champions.

Karena cedera paha berulang ia menderita selama pra-musim, Bale melewatkan dua laga awal Oktober, melawan Copenhagen dan Levante.

Bale membuat debut El Clasico pada 26 Oktober. Barcelona memenangkan pertandingan 2-1, dan kinerja Bale menuai kritik dari media, terutama El Mundo Deportivo.


View the original article here

Saturday, November 15, 2014

Kalah dari Rumania, Indonesia Akan Buru Peringkat 7

Sao Paulo - Tim Aqua DNC Indonesia harus puas untuk berebut peringkat 7-8 di final dunia Danone Nations Cup besok di Arena Corinthians, Sao Paulo. Ini terjadi usai Garuda Muda Indonesia dikalahkan Rumania dengan skor 1-3.

Indonesia yang kalah 1-2 dari Chile di perempatfinal beberapa jam lalu, harus melawan Rumania yang juga terhenti di fase yang sama usai kalah 0-3 dari Jepang. Laga itu digelar di lapangan Paradise Golf dan Lake Resort, Sao Paulo, Sabtu (15/11/2014) pukul 15.30 waktu setempat.

Berusaha untuk memperbaiki pencapaian kontingen Indonesia tahun lalu - finis di posisi 8 -, Garuda Muda bermain kencang sejak menit awal dan mereka sempat unggul cepat di menit ke-8 lewat gol Saiful.

Meliuk-liuk melewati beberapa pemain lawan di kotak penalti Rumania, Saiful menuntaskan lewat sepakan terukur ke pojok atas gawang.

Tapi dua menit kemudian gawang Indonesia malah kebobolan. Penyerang Rumania lolos dari jebakan offside di sisi kanan kotak penalti Indonesia, lalu menuntaskan dengan sepakan keras ke pojok gawang Reynaldi Saela Hakim.

Kebobolan itu membuat mental pemain jatuh dan akhirnya mereka harus mendapat dua gol lagi dalam selang waktu 1 menit. Pertama di menit ke-11 lewat sepakan keras dari dalam kotak penalti dan di menit ke-12 ketika Reynaldi tak mampu menjangkau sepakan mendatar ke pojok kanan gawang.

Indonesia kalah 1-3 ketika 20 menit laga tuntas dan Kevin M Firdan dkk. besok akan melawan Meksiko, yang kalah 1-2 dari Arab Saudi. Seluruh laga penentuan peringkat 1 sampai 32 akan dilangsungkan di Stadion Arena Corinthians, Minggu (16/11), yang juga menjadi tempat pembukaan Piala Dunia 2014.

Jepang vs Paraguay di Final DNC

Sementara itu, untuk laga final DNC 2014 tahun ini akan mempertemukan duel Asia melawan Amerika Latin, kala Jepang akan menantang Paraguay.

Jepang sendiri mengalahkan Chile 3-0 di semifinal sementara Paraguay menang 3-1 atas Rusia. Bagi Jepang, ini adalah final keduanya dalam tiga tahun terakhir, setelah dua tahun lalu di Polandia namun kalah dari Korea Selatan.

Bagi Paraguay ini adalah penampilan pertama mereka di final dunia DNC 2014.

(mrp/mfi)

View the original article here

Pertahanan Lengah, Indonesia pun Kalah

Sao Paulo - Setelah fase grup selesai, pelatih Garuda Muda Indonesia, Jacksen F. Tiago, menyebut bahwa masalah timnya ada di pertahanan. Masalah itulah yang akhirnya membuat langkah tim Aqua DNC Indonesia itu terhenti di perempatfinal.

Indonesia sebelumnya lolos ke babak 16 besar dengan status runner-up Grup D, usai meraih dua kemenangan dan satu hasil seri. Meski cuma kebobolan satu gol dan membuat enam gol, Jacksen menilai ada satu aspek yang kurang dalam timnya.

Jacksen menilai bahwa timnya kurang solid saat bertahan, beda halnya dengan sektor pemain tengah dan depan yang berkualitas bagus. Meski cuma punya waktu semalam, Jacksen berjanji akan memperbaikinya.

Hal itu terlihat saat melawan Prancis, di mana juara bertahan DNC itu dipaksa bermain imbang 0-0 di waktu normal dan dikalahkan via adu penalti dengan skor 3-1. Kemenangan itu membuat kepercayaan diri Indonesia kian tinggi.

Menghadapi Chile, Indonesia memulai laga dengan baik dan menguasai bola lebih banyak sampai dua gol lawan dalam rentang waktu semenit, ke-13 dan ke-14, membuat mental anak-anak goyah, sehingga Indonesia harus tersingkir usai kalah 1-2.

Dalam laga selanjutnya melawan Rumania -- untuk menentukan tim yang berhak tampil pada perebutan posisi 5-6 --, Indonesia melakukan kesalahan yang sama. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Saiful, Indonesia akhirnya takluk 1-3 yang mana tiga gol lawan tercipta dalam rentang waktu tiga menit.

"Saya bilang dari kemarin bahwa kekurangan kita adalah di sektor pertahanan dan itu terbukti kali ini. Mungkin di fase grup lawan belum ada yang mengenal permainan kita, namun sejak kita mengalahkan Prancis dan jadi primadona di turnamen ini, orang-orang mulai melihat cara kita bermain," ujar Jacksen usai pertandingan kepada detikSport, Sabtu (15/11/2014) sore waktu setempat.

"Kita berusaha memperbaikinya, tapi kita juga cuma waktu singkat. Jarak dari satu laga ke laga lain tidak panjang. Tapi, secara keseluruhan saya menilai tim ini tampil luar biasa," sambungnya.

(mrp/mfi)

View the original article here

Rooney Tandai Caps ke-100 dengan Kemenangan Inggris & Rekor Gol Jimmy Grieves

London - Kemenangan Inggris atas Slovenia terasa semakin manis untuk sang bomber, Wayne Rooney. Di laga itu, Rooney mendapatkan caps ke-100 dan mencetak sebuah gol untuk menyamai rekor gol Jimmy Grieves.

Pada lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2016, Rooney membantu Inggris menundukkan Slovenia 3-1 pada pertandingan di Stadion Wembley yang berakhir Minggu (16/11/2014) dinihari WIB.

Setelah berakhir tanpa gol di babak pertama, Inggris lebih dulu tertinggal dari Slovenia setelah Jordan Henderson membuat gol bunuh diri di menit ke-58. Rooney lantas menyamakan skor setelah tendangan penaltinya bersarang di gawang Slovenia.

Kemenangan 'Tiga Singa' ditentukan oleh Danny Welbeck. Striker Arsenal itu mencetak sepasang gol guna membalikkan situasi sekaligus mengamankan tiga poin untuk Inggris.

Bagi Rooney, satu tambahan gol itu membuat koleksi golnya bersama Inggris kini berjumlah 44 gol. Torehan itu membuat Rooney menduduki peringkat ketiga daftar topskorer sepanjang zaman timnas Inggris sejajar dengan Grieves, yang ikut membantu Inggris juara dunia pada 1966.

"Rasanya hebat," seru Rooney yang dilansir Sky Sports. "Ini adalah sebuah pekan yang besar dan sebuah acara yang besar."

"Sesuatu yang sangat aku banggakan sebagai kapten dengan dua putraku dalam pertandinganku yang ke-100. Aku akan mengenangnya di sepanjang sisa hidupku."

Dengan kemenangan ini, Inggris mempertahankan catatan 100 persen kemenangan dan duduk di posisi teratas Grup E dengan 12 poin dari empat pertandingan. Selanjutnya, Inggris akan melawan Skotlandia dalam laga ujicoba (18/11).

(rin/mfi)

View the original article here

Spanyol Gilas Belarusia 3-0

Huelva - Spanyol memetik kemenangan atas Belarusia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2016. La Furia Roja menang telak 3-0 berkat gol-gol Isco, Sergio Busquets, dan Pedro Rodriguez.

Menjamu Belarusia di Estadio Nuevo Colombino, Huelva, Minggu (16/11/2014) dinihari WIB, Spanyol tampil tanpa sejumlah pemain kuncinya seperti Andres Iniesta, David Silva, Cesc Fabregas, dan Diego Costa.

Pada laga ini, pelatih Vicente del Bosque mengandalkan Paco Alcacer di lini depan. Alcacer disokong oleh Pedro, Isco, dan Santi Cazorla. Laga ini juga menjadi ajang debut bagi Jose Callejon dan Alvaro Morata di timnas Spanyol.

Spanyol memimpin 2-0 hingga turun minum lewat gol Isco dan Busquets. Pada babak kedua, gol Pedro memantapkan kemenangan juara Piala Eropa 2008 dan 2012 itu.

Tambahan tiga angka menempatkan Spanyol di posisi kedua klasemen sementara Grup C dengan sembilan poin dari empat pertandingan. Mereka terpaut tiga poin dari Slovakia yang berada di urutan teratas. Belarusia terpuruk di posisi kelima dengan poin satu.

Jalannya Pertandingan

Spanyol nyaris memimpin pada menit ketujuh. Cazorla mengirimkan umpan terobosan yang membuat Pedro langsung berhadapan dengan kiper lawan. Tapi, penyelesaian Pedro masih melebar.

Spanyol sukses membuka skor pada menit ke-18. Isco yang menguasai bola di luar kotak penalti melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di pojok atas gawang Belarusia.

Cuma berselang semenit, Spanyol menggandakan keunggulannya. Gol ini berawal dari akselerasi Juanfran di sisi kanan. Pemain Belarusia memang bisa memotong umpan silang yang dilepaskan Juanfran, tapi bola malah mengarah ke Busquets. Tanpa pikir panjang, Busquets langsung menembak dari luar kotak penalti. Bola sempat berubah arah sebelum menggetarkan gawang Belarusia.

Hingga berakhirnya babak pertama, skor tak berubah, Spanyol masih memimpin 2-0.

Spanyol berpeluang memperbesar keunggulan pada menit ke-54. Umpan silang Pedro ditanduk Paco Alcacer, tapi arahnya masih melenceng tipis.

Spanyol benar-benar unggul 3-0 pada menit berikutnya. Juanfran yang menusuk hingga ke kotak penalti Belarusia memberikan umpan pendek kepada Pedro. Pedro sempat mengontrol bola sejenak sebelum melepaskan tembakan kaki kiri mematikan, yang tak bisa dijangkau kiper Belarusia, Yuri Zhevnov.

Pedro nyaris mencetak gol keduanya pada laga ini ketika waktu normal tinggal tersisa semenit. Usai menerima umpan Bruno Soriano, dia melepaskan tembakan dari sudut sempit. Tapi, usahanya digagalkan tiang gawang.

Susunan Pemain
Spanyol: Casillas; Juanfran, Pique, Ramos, Alba; Cazorla (Callejon 69'), Busquets (Bruno 46'), Isco (Morata 80'); Pedro, Alcacer.

Belarusia: Zhevnov; Matveychik, Politevich, Martynovich (Bordachov 31'), Yanushkevich, Balanovich; Kalachev, Dragun, Krivets (Kislyak 80'), Nekhaychik; Kornilenko (Shinkevich 67').

(mfi/rin)

View the original article here

Advocaat Tinggalkan Kursi Pelatih Serbia

Belgrade - Dick Advocaat menunjukkan tanggung jawabnya setelah Serbia mendapatkan hasil-hasil buruk di Kualifikasi Piala Eropa 2016. Advocaat memutuskan untuk mundur sebagai pelatih meski baru beberapa bulan bekerja.

Advocaat meletakkan jabatan tak lama setelah Serbia dikalahkan Denmark 1-3 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2016, Jumat (14/11/2014). Kekalahan ini membuat Serbia berada dalam situasi sulit di grupnya.

Serbia kini menempati posisi keempat di klasemen sementara Grup I dengan raihan satu poin dari tiga laga. Mereka ada di bawah Denmark (7 poin), Portugal (6 poin), dan Albania (4 poin).

Advocaat sebenarnya baru ditunjuk menjadi pelatih Serbia pada bulan Juli silam. Namun, karena merasa tak mampu membawa timnya berprestasi, pria berkebangsaan Belanda itu pun mengundurkan diri.

"Saya bertanggung jawab atas semua yang saya lakukan di level profesional selama saya bekerja di sini. Tekanan yang kami alami terlihat jelas dan juga terlalu besar untuk tim ini," ujar Advocaat di Soccerway.

"Saya dihadapkan pada masalah yang tak bisa saya pecahkan. Saya pikir saya telah membuat keputusan yang terhormat bagi saya. Ini sangat sulit," tambahnya.

"Saya mendoakan yang terbaik untuk tim Serbia pada masa mendatang," kata mantan pelatih timnas Belanda, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, dan Rusia ini.

(mfi/rin)

View the original article here

Montenegro vs Swedia Berakhir Imbang

Podgorica - Sempat tertinggal lebih dulu, Montenegro berhasil membawa memaksa Swedia berbagi angka setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam laga Grup G pada Minggu (16/11/2014) dinihari WIB.

Berkat hasil ini, Swedia duduk di peringkat kedua klasemen grup dengan enam poin dalam empat pertandingan, terpaut satu poin dari Montenegro yang ada di posisi keempat.

Bermain di Stadion Pod Goricon, Swedia berhasil memimpin 1-0 saat laga belum genap berjalan 10 menit. Di menit kesembilan, sontekan Zlatan Ibrahimovic merobek gawang Montenegro setelah menerima bola di dalam kotak penalti.

Swedia lebih dominan di mayoritas babak pertama. Meski begitu, Montenegro menciptakan peluang emas pertamanya di menit ke-29 saat sundulan Stefan Savic dalam menyongsong bola sepak pojok Elsad Zverotic melambung tipis.

Tim tuan rumah kembali meneror pertahanan Swedia tak lama sebelum turun minum. Diawali dari serangan balik, Stefan Jovetic menyundul bola tapi bisa diselamatkan kiper Swedia Andreas Isaksson.

Jovetic lagi-lagi hampir membawa Montenegro menciptakan gol penyama. Di menit ke-60, Jovetic memperdaya pemain lawan di sepertiga akhir, sebelum melepaskan sepakan yang membentur pemain lawan sebelum bola berbelok di samping gawang.

Tekanan Montenegro akhirnya membuahkan gol balasan setelah Vladimir Jovovic dijatuhkan Oscar Wendt di kotak terlarang. Jovetic maju sebagai eksekutor dan menyarangkan sepakannya ke sisi kanan bawah Isaksson. Montenegro 1-1 Swedia.

(rin/mfi)

View the original article here

Inggris Masih Sempurna, Hodgson Puas

London - Timnas Inggris berhasil mempertahankan hasil sempurna di Kualifikasi Piala Eropa 2016. Hal ini membuat manajer The Three Lions, Roy Hodgson, merasa puas.

Inggris menang 3-1 atas Slovenia pada pertandingan di Wembley, Minggu (16/11/2014) dinihari WIB. Tapi, Inggris sempat ketinggalan lebih dulu gara-gara gol bunuh diri Jordan Henderson.

Tak berselang lama setelah gol bunuh diri tersebut, Inggris menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Wayne Rooney. Kemenangan Inggris akhirnya ditentukan oleh dua gol tambahan dari Danny Welbeck.

"Ketika kami tertinggal satu gol, sangat penting untuk langsung menyerang balik," ucap Hodgson di Soccerway.

"Kami bisa melakukannya lewat penalti dan setelah itu permainan kami jelas lebih baik. Saya pikir kami menciptakan lebih banyak peluang lagi," imbuhnya.

"Pada akhirnya, ini terbukti menjadi kemenangan yang sangat bagus karena hari ini kita melihat tim Slovenia yang bagus atas keberhasilan mereka meraih dua kemenangan sejauh ini," kata Hodgson.

Inggris sejauh ini selalu meraih kemenangan dalam empat laga yang sudah mereka jalani di Kualifikasi Piala Eropa 2016. Mereka pun memimpin klasemen sementara Grup E dengan 12 poin, unggul enam poin atas Slovenia yang berada di posisi kedua. Mereka telah mencetak 11 gol dan baru kebobolan satu gol.

"Target kami sebelum pertandingan ini adalah memasuki tahun baru dengan 12 poin, tak terkalahkan," ucap Hodgson seperti dikutip Sky Sports.

"Saya kira satu-satunya kekecewaan adalah kami tak lagi clean sheet. Tapi, saya kira kami masih bisa bangga karena tidak ada lawan yang mencetak gol ke gawang kami. Kami sendiri yang memasukkan bola ke gawang untuk mereka," katanya.

(mfi/rin)

View the original article here

Kembali Latih Inter, Mancini Terkejut

Milan - Ketika meninggalkan Inter Milan enam tahun silam, Roberto Mancini tak pernah berpikir akan kembali. Oleh karena itu, Mancini cukup terkejut saat mendapatkan kepercayaan untuk melatih Nerazzurri lagi.

Mancini meraih kesuksesan saat menjadi nakhoda Inter pada periode 2004-2008. Dia mempersembahkan tiga scudetto, dua trofi Coppa Italia, dan dua trofi Piala Super Italia untuk La Beneamata.

Setelahnya, Mancini bertualang di luar Italia. Dia menangani Manchester City dan mampu mengangkat tim tersebut ke jajaran elite Premier League.

Mancini kemudian menuju Turki untuk membesut Galatasaray. Meski meraih satu gelar, dia cuma sebentar di klub tersebut dan mundur pada bulan Juni silam.

Takdir akhirnya membawa Mancini kembali ke Inter. Dia ditunjuk sebagai allenatore baru Inter menyusul pemecatan Walter Mazzarri.

"Saya tak pernah berpikir akan kembali ke Inter, tapi ini semua terjadi sangat cepat. Hal-hal seperti ini bisa terjadi dalam sepakbola," ucap Mancini di Soccerway.

"Saya dihubungi, diberi penjelasan soal proyek di sini, dan saya pikir ini bisa menjadi cerita hebat lainnya," tambah pelatih 49 tahun ini.

"Saya belum mengenal semua pemain dengan baik, sulit untuk membandingkannya dengan tim yang saya tinggalkan. Biasanya ketika seorang pelatih diganti, itu berarti ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik. Itu tak selalu salah pelatih. Saya menganggap Mazzarri sebagai pelatih bagus," kata Mancini.

"Kami perlu melakukan sesuatu. Saya berharap kami bisa mengulangi apa yang kami capai 10 tahun lalu," ujarnya.

(mfi/rin)

View the original article here

Cuma sampai Perempatfinal, Garuda Muda Tetap Diapresiasi Tinggi oleh Jacksen

Sao Paulo - Indonesia cuma sampai perempatfinal di final dunia Danone Nations Cup (DNC) 2014 dan gagal memperbaiki pencapaian mereka tahun lalu. Meski demikian, usaha keras serta penampilan anak-anak Garuda Muda Indonesia tetap mendapat acungan jempol dari sang pelatih, Jacksen F. Tiago.

Indonesia yang tahun ini diwakili SSB Asad 313 Purwakarta (nama asli Garuda Muda Indonesia --red), sebenarnya tampil cukup baik. Sejak babak grup, permainan mereka menghibur penonton di Paradise Golf & Lake Resort, Sao Paulo.

Garuda Muda melibas Afrika Selatan, dua kali juara turnamen DNC, tiga gol tanpa balas. Mereka lalu mengimbangi Meksiko 1-1 dan menekuk Belgia 2-0. Di babak 16 besar, Yadi Mulyadi dan kawan-kawan menyingkirkan juara bertahan Prancis lewat adu penalti.

Setelah lolos ke perempatfinal, asa untuk melaju lebih jauh kian tinggi tentunya. Sayangnya, asa itu dihancurkan oleh Chile, yang mengalahkan Garuda Muda 2-1. Kekalahan itu pula yang jadi faktor menurunnya mental para pemain, apalagi dua gol Chile terjadi dalam selang waktu semenit.

Dalam perebutan tiket ke laga peringkat 5-6, Indonesia harus kalah lagi. Kali ini dari Rumania dengan skor 1-3 setelah sempat unggul lebih dulu. Tiga gol lawan terjadi dalam rentang waktu tiga menit!

"Anak-anak main bagus. Seperti saya bilang kemarin, ketika kita masuk grup ini (fase gugur) tantangan bakal lebih berat. Kalau saya lihat, mereka sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Hari ini kita melakukan hal yang luar biasa, mengalahkan sang juara bertahan yang punya sejarah luar biasa di Danone Nations Cup ini," tutur Jacksen usai pertandingan kepada detikSport.

"Tapi, pada pertandingan-pertandingan lain faktor mental sedikit memengaruhi kita, terutama begitu kita mengalami kekalahan tipis dari Chile. Kamu bisa lihat sendiri anak-anak begitu terpukul," sambungnya.

"Untuk bangkitkan mental anak-anak lagi, sebenarnya kita bisa di menit-menit awal ketika kita unggul. Namun, ketika lawan mampu bikin gol, kita mulai kehilangan fokus. Tapi saya sangat luar biasa salut dengan apresiasi anak-anak ini," papar pelatih asli Brasil ini.

Indonesia masih punya satu pertandingan lagi di Arena Corinthians melawan Meksiko, dalam perebutan peringkat 7-8, Minggu (16/11/2014) waktu setempat.

"Ini pengalaman pertama di event ini untuk mereka, banyak pengalaman yang bisa mereka dapat. Tinggal kita bagaimana bisa mencernakan hasil hari ini, untuk kita besok agar bisa lebih baik lagi dan mendapatkan peringkat 7, yang lebih baik dari musim kemarin," kata Jacksen.

(mrp/mfi)

View the original article here

Del Bosque Sebut Spanyol Bermain Terlalu Artistik

Xavi: Messi Akan Lebih Baik Lagi di Premier League

Barcelona - Tidak sedikit yang mempertanyakan performa Lionel Messi jika bermain di Premier League. Namun menurut Xavi Hernandez, rekan setimnya itu justru akan lebih bagus lagi apabila merumput di Inggris.

Sejak debutnya bersama Barcelona pada 2004, Messi berkembang menjadi penyerang yang paling ditakuti di dunia. Bintang sepakbola Argentina itu membawa Barca meraih puluhan titel juara dan menyabet penghargaan pemain terbaik dunia empat kali berturut-turut.

Di usia 27 tahun, Messi di ambang memecahkan rekor lain sebagai topskorer sepanjang masa La Liga. Saat ini, Messi cuma berjarak satu gol dari rekor terbanyak milik Telmo Zarra (251 gol).

Akan tetapi, Messi tidak jarang 'ditantang' apabila bermain di luar Spanyol. Di Premier League misalnya, dengan permainan sepakbola yang lebih keras dan cepat. Xavi mengira bermain di sana tidak akan mengurangi kehebatan Messi, malahan dia akan lebih 'menggila'.

"Aku pikir dia akan lebih baik lagi di Premier League karena di sana tidak terlalu defensif," nilai gelandang senior Barcelona itu dalam wawancaranya dengan BBC Sport.

"Ketika bertahan melawan Barcelona, mereka (klub-klub Inggris) bermain pada basis 1 vs 1, bertahan dengan gairah, dengan banyak energi. Tapi Leo akan bisa menemukan lebih banyak ruang di La Liga."

(rin/rin)

View the original article here

Singkirkan Prancis, Indonesia ke Perempatfinal

Sao Paulo - Langkah Indonesia di final dunia Danone Nations Cup belum terhenti. 'Garuda Muda' Indonesia lolos ke perempatfinal dengan kemenangan lewat adu penalti atas juara bertahan Prancis 3-1 usai imbang 0-0.

Indonesia yang lolos sebagai runner-up Grup D memainkan pertandingan babak 16 besar di lapangan 1 kompleks Paradise Golf & Lake Resort, Sabtu (15/11) pukul 10.00 waktu setempat. Indonesia menggunakan seragam kedua putih-hijau, sementara Prancis mengenakan seragam utamanya biru-putih.

Meski menghadapi juara bertahan, Indonesia tak gentar dan sejak menit awal mereka sudah ambil inisiatif serangan. Sedangkan pertahanan mereka pun cukup solid, di mana para pemain mampu menghalau setiap serangan Prancis dan membuat pemain depan lawan kesulitan bikin peluang.

Sementara Indonesia sebenarnya bisa mencetak 1 atau 2 gol di waktu normal, andaikan Saiful atau Sutan Diego Armando Zico mampu memanfaatkan peluang yang didapat keduanya.

Tak ada gol tercipta hingga waktu normal dan laga pun harus dituntaskan dengan adu penalti. Tiga penendang penalti Indonesia, Zico, Yadi Mulyadi, dan Saiful, sukses menunaikan tugasnya.

Sementara hanya satu penendang Prancis yang bisa menjebol gawang Reynaldi Saela Hakim. Satu penendang lainnya membentur mistar gawang.

Indonesia menang 3-1 dan berhasil melaju ke perempatfinal untuk menantang Chile pada pukul 14.00 waktu setempat. Chile sendiri mengalahkan Brazil di babak 16 besar dengan skor 1-0.

(mrp/rin)

View the original article here

Kala Indonesia Jadi 'Tuan Rumah' di Negeri Samba

Sao Paulo - Perjalanan Indonesia di final dunia Danone Nations Cup (DNC) 2014 boleh dibilang berjalan menyenangkan sejauh ini. Apalagi dukungan tim lain atau penonton membuat Garuda Muda Indonesia seperti bermain di rumah sendiri.

Sebagai salah satu peserta dari 32 negara yang mengikuti final dunia di Sao Paulo, 14-16 November ini, Indonesia boleh jadi dianggap bukan siapa-siapa mengingat nama negara ini tak begitu besar di persepakbolaan dunia.

Tapi siapa sangka ketika anak-anak SSB Asad 313 Purwakarta - nama asli Garuda Muda Indonesia - justru jadi pusat perhatian seluruh orang yang ada kompleks hotel Paradise Golf dan Lake Resort sejak hari pertama mereka tiba.

Suasana riang serta jenaka yang selalu diciptakan oleh Rifki W Hidatulah dkk. selalu menarik perhatian tim-tim lain. Mereka tak cuma jadi tim yang paling ceriwis di dalam, tapi juga di luar lapangan.

Detiksport sendiri sempat berbincang-bincang dengan wartawan atau perwakilan dari tim peserta, kesan manis terhadap tim Indonesia selalu keluar dari mulut mereka. Bahkan beberapa tim tak sungkan mengakui bahwa Indonesia adalah tim yang bagus secara permainan, meski mereka punya postur kecil.

Dukungan untuk Indonesia kian terasa ketika anak asuh Jacksen F Tiago itu memainkan laga babak 16 besar melawan Prancis, yang merupakan juara bertahan serta "tuan rumah" mengingat Danone berasal dari negara itu.

Ketika 1x20 menit laga normal berakhir imbang tanpa gol, adu penalti jadi cara untuk mencari pemenang. Tim-tim lain yang berada di bangku penonton di belakang lapangan pun meneriakkan "Indonesia, Indonesia, Indonesia", saat Sutan Diego Armando Zico maju sebagai penendang pertama.Next

(mrp/rin)

View the original article here

Indonesia Ditekuk Suriah 0-2

Jakarta - Tim nasional Indonesia menelan kekalahan di laga ujicoba terakhir sebelum berlaga di Piala AFF 2014. Menjamu Suriah, Indonesia dipaksa menyerah dengan skor akhir 0-2.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (15/11/2014), Indonesia langsung kebobolan saat laga baru berjalan lima menit berkat gol Sanharib Malki. Keunggulan Suriah itu bertahan sampai turun minum.

Indonesia terlihat kesulitan mendobrak pertahanan Suriah. Meski begitu sejumlah peluang emas tercipta namun tidak didukung dengan penyelesaian akhir yang apik.

Suriah akhirnya memastikan kemenangannya di menit-menit akhir pertandingan lewat sundulan Omar Khrbin.

Jalannya Pertandingan

Setelah sempat merepotkan pertahanan Suriah di menit ketiga, Indonesia kebobolan semenit kemudian. Suriah memimpin 1-0 di menit kelima.

Dari serangan balik, Sanharib Malki melepaskan sepakan kaki kanan yang menembus penjagaan Kurnia Meiga setelah menerima umpan terobosan dari luar kotak penalti.Next

(rin/mfi)

View the original article here

Mazzarri Dipecat, Sejumlah Pemain Inter Dikabarkan Menangis

Milan - Pemecatan Walter Mazzarri sebagai pelatih Inter Milan tak bisa begitu saja diterima oleh para pemainnya. Sejumlah pemain Nerazzurri bahkan dikabarkan menangis melepas kepergian Mazzarri.

Mazzarri diberhentikan oleh Inter pada Jumat (14/11/2014) kemarin. Pelatih berusia 53 tahun itu dianggap bertanggung jawab atas sejumlah hasil buruk yang didapat timnya pada musim ini.

Mazzarri kabarnya mendapatkan kabar pemecatan tersebut melalui telepon. Setelah itu, dia pergi ke ruang ganti pemain untuk mengabari anak buahnya sekaligus menyampaikan salam perpisahan.

La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa momen perpisahan Mazzarri dengan para pemain Inter berlangsung dalam suasana haru. Mazzarri disebut meneteskan air mata setelah dipecat untuk pertama kalinya dalam kariernya sebagai pelatih.

Para pemain yang tak kuasa menahan kesedihan juga ikut menangis. Mereka yang menangis antara lain Jonathan, Yuto Nagatomo, Hernanes, dan Juan Jesus. Setelahnya, Nemanja Vidic beranjak dari tempat duduk dan menjadi pemain pertama yang memberikan pelukan untuk Mazzarri.

Tak semua pemain Inter ada dalam momen tersebut. Sebagian di antara mereka masih memperkuat tim nasionalnya masing-masing selama jeda internasional.

Setelah mengumumkan pemecatan Mazzarri, Inter telah menunjuk penggantinya, yakni Roberto Mancini. Mancini sebelumnya pernah menukangi Inter pada periode 2004-2008.

(mfi/rin)

View the original article here

Melawan Spanyol, Jerman Tanpa Neuer

Berlin - Juara dunia Jerman dipastikan akan bermain tanpa kiper terbaiknya saat melawan Spanyol dalam pertandingan ujicoba, Selasa (18/11). Manuel Neuer dipastikan absen karena mengalami cedera lutut.

Kiper nomor satu Jerman itu bermain penuh saat timnya mengalahkan Gibraltar 4-0 pada laga Kualfiikasi Piala Eropa 2014, kemarin. Tapi rupanya setelah pertandingan Neuer merasakan sakit di lututnya.

Dikutip dari situs resmi DFB, Neuer sudah meninggalkan hotel tim dan tidak akan bergabung lagi dengan skuat Jerman dalam jadwala yang telah ditentukan pada Minggu (16/11) malam waktu setempat.

Absennya Neuer akan memberi jalan kepada Roman Weidenfeller ataupun Ron-Robert Zieler.

"Saya ingin sekali menurunkan tim terbaik saat melawan Spanyol tapi kami tidak ingin mengambil risiko apapun dengan Manuel," kata pelatih Jerman Joachim Loew.

"Kami masih punya dua kiper bagus lainnya dalam sosok Roman Weidenfeller dan Ron-Robert Zieler, yang tentunya lebih dari pantas untuk tampil melawan Spanyol. Saya tahu saya benar-benar bisa mengandalkan mereka."

Cederanya Neuer memperpanjang daftar absen para pemain timnas Jerman. Sebelumnya sudah ada Andre Schuerrle, Christoph Kramer, dan Marco Reus.

(rin/mfi)

View the original article here

Riedl: Unggul Fisik, Suriah Pantas Menang

Jakarta - Pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, menganggap kekalahan timnya dari Suriah adalah hal yang wajar. Menurutnya, sebagai tim kuat Suriah pantas menang, sementara timnya punya kelemahan dalam hal fisik.

Pada pertandingan ujicoba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (15/11/2014), Indonesia takluk dari Suriah dengan skor 0-2.

Suriah membuka skor melalui gol cepat Sanharib Malki pada menit keempat. Tim tamu kemudian memantapkan kemenangannya lewat sundulan Omar Khrbin pada menit-menit akhir.

Menanggapi hasil tersebut, Riedl mengatakan bahwa Suriah pantas menang. "Sebagai tim kuat mereka pantas menang, dari segi fisik mereka lebih prima. Selain itu, segi postur tubuh mereka yang jauh lebih tinggi dari tim kami," kata Alfred Riedl usai pertandingan.

Menurut Riedl, sangat sulit untuk membenahi fisik pemain dalam waktu satu pekan. Untuk itu, ia hanya bisa memperbaiki taktik dalam waktu tiga kali latihan sebelum berangkat ke Vietnam, 18 November mendatang.

"Memperbaiki fisik dalam satu minggu sangat tidak mungkin, karena dalam ilmu kepelatihan manapun tidak ada yang pernah bisa memperbaiki itu (fisik). Mau tidak mau kami harus terima dengan kondisi itu. Untuk taktik kami masih punya waktu tiga kali latihan di Karawaci," katanya.

(mcy/mfi)

View the original article here

Hari yang Luar Biasa untuk Marquez

Valencia - Pebalap Honda Marc Marquez mengakhiri musim 2014 dengan kemenangan di Valencia. Hari ini terasa semakin spesial setelah sang adik, Alex, juga berhasil menjadi juara di kelas Moto3.

Kemenangan itu jadi yang ke-13 bagi Marquez untuk membawa dia mematahkan rekor milik pebalap legendaris Mick Doohan. Di akhir klasemen, Marquez mengoleksi 362 poin unggul 67 poin dari Valentino Rossi di posisi runner-up.

"Hari ini adalah hari yang luar biasa bagiku, bagi keluargaku dan untuk tim karena 20 menit sebelum balapan aku merayakan gelar juara dunia saudaraku," ucap pengoleksi dua titel juara dunia MotoGP ini di Crash.

"Tadi adalah sebuah balapan yang sulit dan penting bagiku dan tim karena seperti Aragon, dan hari ini kami memiliki sebuah strategi yang lebih baik."

"Aku senang untuk itu dan sekarang kami harus menikmati musim 2014 karena itu berjalan sulit sekali dan hampir mustahil bisa terulang, terutama bagiku dan saudaraku."

Marquez mengaku sempat mempertimbangkan ganti motor. Menyusul ancaman turun hujan saat balapan meski pada akhirnya ia tetap di lintasan dan trek pun perlahan mengering.

"Di suatu lap aku sempat berpikir untuk mengganti motor dan aku memberi tanda kepada timku dengan kakiku bahwa aku ingin masuk pit setelahnya, tapi kemudian aku memutuskan sebaliknya," beber Marquez.

"Lintasannya memang basah tapi tidak terlalu basah. Hari ini kami melakukan strategi terbaik tapi di Aragon tidak begitu. Sebaliknya bagi (Jorge) Lorenzo, yang melakukan strategi terbaik di Aragon tapi hari ini dia salah."

(rin/din)

View the original article here

Xavi: Suarez Akan Buat Perbedaan di Barca

Barcelona - Xavi Hernandez yakin keputusan Barcelona untuk mendatangkan Luis Suarez adalah hal yang sangat tepat. Xavi yakin Suarez akan membuat perbedaan di Blaugrana.

Suarez digaet Barca dari Liverpool pada musim panas lalu dengan nilai transfer 81 juta euro. Tapi, dia tak bia langsung membela klub barunya itu lantaran masih menjalani hukuman dari FIFA.

Setelah masa hukuman selesai, Suarez melakoni debutnya dalam seragam Barca pada 25 Oktober silam. Hingga kini, sudah empat pertandingan dimainkan Suarez bersama Barca; tiga di La Liga dan satu di Liga Champions. Namun, belum ada satu gol pun lahir dari top skorer Premier League musim lalu itu.

Meski belum menyumbang gol, Suarez menunjukkan kontribusinya dalam bentuk lain. Dia belakangan cukup rajin menjadi kreator gol untuk pemain lain. Suarez tercatat sudah menciptakan tiga assist.

"Saya sebelumnya sudah mengenal Luis Suarez melalui Gabri (mantan pemain Barca yang sekarang jadi bagian tim pelatih). Saya pikir dia adalah orang yang luar biasa dan saya pikir dia bisa membuat perbedaan sendiri," ujar Xavi kepada BBC Sport.

"Dia menggiring bola melewati dua atau tiga pemain sendirian. Hal itu sulit ditemukan dalam permainan sepakbola sekarang ini," lanjutnya.

"Dia adalah seorang pemimpin alami dan sangat menyenangkan di ruang ganti. Saya pikir ini adalah pembelian yang luar biasa dan dia pastinya akan membuat perbedaan," kata Xavi.

Hadirnya Suarez membuat Barca punya lini depan yang sangat menakutkan. Sebelumnya, mereka sudah memiliki dua penyerang kelas dunia lainnya dalam diri Lionel Messi dan Neymar.

"Adalah sebuah kemewahan bisa memiliki mereka di klub dan kami harus memaksimalkan hal tersebut," kata Xavi.

(mfi/rin)

View the original article here

Rossi: Ketidakberuntunganku Bernama Marc Marquez

Valencia - Valentino Rossi merasa gembira bisa mengakhiri musim sebagai runner-up. Tapi, The Doctor yakin bisa menjadi juara musim ini kalau tak ada Marc Marquez di lintasan.

Rossi menempati posisi kedua di klasemen akhir pebalap dengan total 295 poin. Perolehan poinnya terpaut 67 poin dari milik Marquez yang jadi juara dunia.

Dalam balapan terakhir di Valencia, Rossi finis kedua. Rider Yamaha itu menuntaskan lomba 3,5 detik di belakang Marquez.

"Aku senang bisa mengakhiri musim yang positif ini dengan balapan yang bagus, khususnya karena Valencia selalu sulit buatku. Aku mengalami banyak kesulitan di masa lalu," ujar Rossi yang dikutip Crash.

"Bagiku, ini adalah musim yang bagus. Aku menikmatinya. Banyak podium, dua kemenangan, dan posisi kedua di klasemen akhir," kata pebalap Italia ini.

Dalam 18 seri yang digelar musim ini, Rossi meraih kemenangan di Misano dan Phillip Island. Dia 13 kali naik podium sepanjang musim.

Rossi tercatat enam kali finis kedua dalam balapan. Setiap kali dia finis kedua, yang jadi pemenang lomba adalah Marquez.

"Setelah balapan pertama di Qatar, kupikir aku bisa sangat kompetitif sepanjang musim. Tapi, mungkin sulit mengalahkan dia (Marquez)! Dan pada akhirnya aku memang benar. Aku punya banyak poin, banyak podium, tapi cuma dua kemenangan dan Marc punya 13," kata Rossi.

"Jadi, perbedaannya sangat besar. Kami harus berkonsentrasi pada diri sendiri, tim, dan khususnya motor untuk mencoba melangkah maju dan lebih dekat lagi tahun depan," tambahnya.

Marquez musim ini sukses mengamankan gelar juara dunia MotoGP keduanya secara beruntun. Pebalap Repsol Honda itu meraih 13 kemenangan sepanjang musim, yang membuatnya memecahkan rekor jumlah kemenangan milik Mick Doohan.

"Ketidakberuntunganku bernama 'Marc Marquez', karena tanpa dia aku bisa menjadi juara dan memenangi banyak balapan," ujar Rossi sambil bercanda.

"Dia tampil fantastis dan memenangi banyak balapan. Senang bisa bertarung dengannya, tapi kami tak tertinggal jauh dan kami tak pernah menyerah dan berusaha untuk mendekat," kata rider 35 tahun ini.

(mfi/rin)

View the original article here

Situs Judi Terbaik

Produk Lokal Terbaik

BCA

Mandiri

BRI

Situs Judi Teraman

Situs Judi Terpercaya

TEAM PARTICIPATING