"Pemulihan ekonomi global masih ditopang oleh perekonomian Amerika Serikat (AS) yang terus membaik," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin 2, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2014).
Hal itu tercermin dari indikator produksi yang meningkat dan tingkat pengangguran yang menurun. Perkembangan AS ini semakin memperkuat prakiraan terjadinya normalisasi kebijakan The Fed pada pertengahan 2015.
Sementara itu, perekonomian Eropa dan Jepang masih mengalami perlambatan. Perekonomian Tiongkok juga mengindikasikan kecenderungan yang melambat.
"Dengan perkembangan tersebut, harga komoditas global masih cenderung menurun, termasuk penurunan harga minyak dunia seiring dengan meningkatnya pasokan di tengah melemahnya permintaan," tambah dia.
Sementara dari jalur perdagangan, perkembangan ekonomi global tersebut akan berpengaruh pada kinerja ekspor Indonesia, dengan terus membaiknya ekspor manufaktur di tengah masih tertahannya ekspor komoditas primer.
Sedangkan dari jalur keuangan, arus masuk modal asing ke Indonesia diperkirakan masih akan terus berlangsung meskipun dengan volatilitas yang masih cukup tinggi sehubungan dengan normalisasi kebijakan the Fed.
"Bank Indonesia akan terus mewaspadai berbagai risiko eksternal tersebut agar tetap kondusif bagi perekonomian Indonesia," pungkas dia.
AHL









No comments:
Post a Comment